Lompat ke isi

Ar-Ra'iyyah Edisi 06; Islam Bela Kaum Lemah: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 27: Baris 27:
|}''Assalamu'alaikum....''
|}''Assalamu'alaikum....''


Pada era Orde Baru, orang-orang pesantren, warga NU ''(Nahdliyin)'' adalah ''silent majority'' (mayoritas yang bisu dan tertindas). Meski jumlahnya sangat banyak dan menyebar di seluruh pelosok tanah air, saat itu warga NY tidak memiliki akses politik, rkonomi dan sosial yang memadai. Bahkan dalam beberapa hal, ia disingkirkan, dipinggirkan ''(dimarjinalkan)'' dan dimusuhi. Untuk mendaftar PNS atau pejabat negara saja, akan dipersulit bila diketahui dari NU.
Marjinalisasi dan diskriminasi terhadap warga NU, nyatanya masih berlangsung hingga era reformasi dan demokratisasi sekarang ini. Buktinya calon presiden yang diunggulkan para kyai, yaitu Gus Dur dijegal di jalan dengan alasan yang cukup diskriminatif, yaitu cacat secara fisik.
Kare itu Ar-Rai'yyah edisi Mei ini mengangkat tema seputar Marjinalitas dan Minoritas yang mesti dibela, dengan didahului liputan kegiatan ''dawrah [[fiqh]] demokrasi'' putaran keempat. Untuk basis teori, dimuat tulisan Nuruzzaman, dengan tema "Islam Membela Kaum Lemah", dalam rubrik ''bahts''. Dan karena diantara komponen masyarakat yang banyak ditindas ''(didzalimi)'' adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, maka dalam rubrik ''hiwar'' dimuat wawancara dengan Castra, ketua Forum Warga Buruh Migran Indonesia (FWBMI. Untuk menguatkan dalam ''bahtsul kutub'' dimuat resensi buku Farid Essack tentang Al-Qur'an dan pembebasan. Adapun rubrik-rubrik lain, dimuat untuk memperkaya wacana dan isu yang diusung.
Selamat membaca!
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin Ar-Ra'iyyah]]
[[Kategori:Buletin Ar-Ra'iyyah]]

Revisi terkini sejak 18 Maret 2026 20.24

Informasi Buletin:

Sumber : Yayasan Fahmina
Nama Buletin : Buletin Mashalih Ar-Ra'iyyah
Seri : Edisi 06 Mei 2004
Tanggal Terbit : Tahun 2004
Penerbit : Fahmina Institute
Link Download : Download Ar-Ra'iyyah Edisi 06

Assalamu'alaikum....

Pada era Orde Baru, orang-orang pesantren, warga NU (Nahdliyin) adalah silent majority (mayoritas yang bisu dan tertindas). Meski jumlahnya sangat banyak dan menyebar di seluruh pelosok tanah air, saat itu warga NY tidak memiliki akses politik, rkonomi dan sosial yang memadai. Bahkan dalam beberapa hal, ia disingkirkan, dipinggirkan (dimarjinalkan) dan dimusuhi. Untuk mendaftar PNS atau pejabat negara saja, akan dipersulit bila diketahui dari NU.

Marjinalisasi dan diskriminasi terhadap warga NU, nyatanya masih berlangsung hingga era reformasi dan demokratisasi sekarang ini. Buktinya calon presiden yang diunggulkan para kyai, yaitu Gus Dur dijegal di jalan dengan alasan yang cukup diskriminatif, yaitu cacat secara fisik.

Kare itu Ar-Rai'yyah edisi Mei ini mengangkat tema seputar Marjinalitas dan Minoritas yang mesti dibela, dengan didahului liputan kegiatan dawrah fiqh demokrasi putaran keempat. Untuk basis teori, dimuat tulisan Nuruzzaman, dengan tema "Islam Membela Kaum Lemah", dalam rubrik bahts. Dan karena diantara komponen masyarakat yang banyak ditindas (didzalimi) adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, maka dalam rubrik hiwar dimuat wawancara dengan Castra, ketua Forum Warga Buruh Migran Indonesia (FWBMI. Untuk menguatkan dalam bahtsul kutub dimuat resensi buku Farid Essack tentang Al-Qur'an dan pembebasan. Adapun rubrik-rubrik lain, dimuat untuk memperkaya wacana dan isu yang diusung.

Selamat membaca!