Warkah Al-Basyar Volume I Tahun 2002; Edisi 07 Malangnya Anak-Anak Kita: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 44: | Baris 44: | ||
Sementara pada sisi yang lain, kita sering melihat bagaimana berbedanya kehidupan anak-anak dari keluarga yang kuat secara ekonomi. Mereka dengan ceria dan tanpa beban memenuhi tempat-tempat keramaian seperti Time Zone atau counter-counter makanan import. Terlebih pada hari libur sekolah, terlihat banyak diantara mereka yang dibiarkan oleh orang tua mereka bercengkrama, berekspresi bermain sepuasnya. | Sementara pada sisi yang lain, kita sering melihat bagaimana berbedanya kehidupan anak-anak dari keluarga yang kuat secara ekonomi. Mereka dengan ceria dan tanpa beban memenuhi tempat-tempat keramaian seperti Time Zone atau counter-counter makanan import. Terlebih pada hari libur sekolah, terlihat banyak diantara mereka yang dibiarkan oleh orang tua mereka bercengkrama, berekspresi bermain sepuasnya. | ||
Sungguh sayang, jarang ada orang tua yang memperlihatkan kepada anaknya suatu realitas lain di balik segala keceriaan itu. Yaitu dunia dimana banyak anak- anak tak punya kesempatan bermain. Bahkan tak jarang mereka kurang cukup makan apalagi menikmati pendidikan yang layak. | Sungguh sayang, jarang ada orang tua yang memperlihatkan kepada anaknya suatu realitas lain di balik segala keceriaan itu. Yaitu dunia dimana banyak anak-anak tak punya kesempatan bermain. Bahkan tak jarang mereka kurang cukup makan apalagi menikmati pendidikan yang layak. | ||
'''Duduk Persoalan''' | '''Duduk Persoalan''' | ||
Anak-anak jalanan, memiliki hak untuk hidup secara layak, sebagaimana anak- anak dari keluarga mapan. Mereka membutuhkan perlindungan seperti anak-anak yang punya orang tua. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan yang memadai. Dan tentu saja, mereka juga punya hak-hak yang lain seperti hak at kesehatan, hak untuk tidak dikejar ketakut dan kegelisahan, juga hak untuk mendapa perlindungan dari segenap bahaya yang bis mengancam. Di luar itu, mereka jug selayaknya memperoleh hak untuk tumbu untuk mengembangkan potensi di herkreasi, mendapatkan informasi, juga ha berupa kemerdekaan berfikir dan bergaul. | Anak-anak jalanan, memiliki hak untuk hidup secara layak, sebagaimana anak-anak dari keluarga mapan. Mereka membutuhkan perlindungan seperti anak-anak yang punya orang tua. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan yang memadai. Dan tentu saja, mereka juga punya hak-hak yang lain seperti hak at kesehatan, hak untuk tidak dikejar ketakut dan kegelisahan, juga hak untuk mendapa perlindungan dari segenap bahaya yang bis mengancam. Di luar itu, mereka jug selayaknya memperoleh hak untuk tumbu untuk mengembangkan potensi di herkreasi, mendapatkan informasi, juga ha berupa kemerdekaan berfikir dan bergaul. | ||
Tetapi pada kenyataannya, anak-ana tersebut tidak bisa mendapatkan itu semu Mereka justru terlempar ke lemba kehidupan yang teramat kejam. Ya, sang tragis. Mereka harus terpojokkan lorong-lorong gelap kepahitan dalam us yang teramat muda. | Tetapi pada kenyataannya, anak-ana tersebut tidak bisa mendapatkan itu semu Mereka justru terlempar ke lemba kehidupan yang teramat kejam. Ya, sang tragis. Mereka harus terpojokkan lorong-lorong gelap kepahitan dalam us yang teramat muda. | ||
| Baris 68: | Baris 68: | ||
Di luar pemerintah, tentu saja yang harus bertanggung jawab adalah kita sebagai punya masyarakat. Sedikit banyak, kita andil terhadap merebaknya fenomena anak-anak jalanan. Minimal, ketika sebagian kita yang memiliki kelebihan harta, memilih untuk menikmati segenap kesenangan hidup yang berbiaya besar, sembari menutup mata terhadap jeritan anak-anak yang membutuhkan pertolongan. | Di luar pemerintah, tentu saja yang harus bertanggung jawab adalah kita sebagai punya masyarakat. Sedikit banyak, kita andil terhadap merebaknya fenomena anak-anak jalanan. Minimal, ketika sebagian kita yang memiliki kelebihan harta, memilih untuk menikmati segenap kesenangan hidup yang berbiaya besar, sembari menutup mata terhadap jeritan anak-anak yang membutuhkan pertolongan. | ||
Sungguh akan sangat menolong jika keluarga berkecukupan | Sungguh akan sangat menolong jika keluarga berkecukupan yang jumlahnya semakin banyak di Indonesia, jika melihat angka penjualan mobil mewah yang terus meningkat rela mengekang keinginan menghamburkan uang dan menumpuk kekayaan, kemudian mengambil satu atau dua anak untuk dijadikan anak asuh yang dikasihi sebagaimana anak sendiri. Kiranya hal inilah yang dituntut Allah ketika menyatakan: ''"orang-orang yang menghardik anak yatim, menelantarkan orang-orang miskin mereka adalah pendusta agama". (al-Ma'un 1-3)''. | ||
Sungguh, sekalipun berat, menyantuni anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga miskin, akan menjadi kendaraan bagi kita untuk mendekati Singasana Rahmat-Nya. Persoalannya, benar-benar berimankah kita? | Sungguh, sekalipun berat, menyantuni anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga miskin, akan menjadi kendaraan bagi kita untuk mendekati Singasana Rahmat-Nya. Persoalannya, benar-benar berimankah kita? | ||