2006 Fiqh Anti Trafiking; Jawaban Atas Berbagai Kasus Kejahatan Perdagangan Manusia Dalam Perspektif Hukum Islam: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Berkas: | [[Berkas:Fiqh Anti Trafiking.jpg|ka|nirbing|473x473px]] | ||
'''<u>Informasi Buku:</u>''' | '''<u>Informasi Buku:</u>''' | ||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
| | |Yayasan Fahmina | ||
|- | |- | ||
|Judul Buku | |Judul Buku | ||
|: | |: | ||
| | |Fiqh Anti Trafiking; Jawaban Atas Berbagai Kasus Kejahatan | ||
|- | |- | ||
| | | | ||
| | | | ||
| | |Perdagangan Manusia Dalam Perspektif Hukum Islam | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|Abdul | |Faqihuddin Abdul Kodir, Abd. Moqsith Ghazali, Imam Nakha'i, | ||
|- | |- | ||
| | | | ||
| | | | ||
| | |KH. Husein Muhammad, Marzuki Wahid | ||
|- | |- | ||
|Editor | |Editor | ||
|: | |: | ||
| | |Faqihuddin Abdul Kodir | ||
|- | |- | ||
|Desain Cover | |Desain Cover | ||
|: | |: | ||
| | |Ahmad Baiquni | ||
|- | |- | ||
|Penerbit | |Penerbit | ||
|: | |: | ||
| | |Fahmina Institute | ||
|- | |- | ||
|Tahun Terbit | |Tahun Terbit | ||
|: | |: | ||
|Cetakan 1, | |Cetakan 1, November 2006 | ||
|- | |- | ||
|Halaman | |Halaman | ||
|: | |: | ||
| | |xiv + 318 halaman | ||
|- | |- | ||
|ISBN | |ISBN | ||
|: | |: | ||
|979- | |979-25-9102-8 | ||
|- | |- | ||
|Link Download | |Link Download | ||
|: | |: | ||
| | |[https://kupipedia.id/images/0/07/Buku_Fiqih_Anti_Trafiking.pdf Download] | ||
|}''[[Fiqh]]'' dan ''trafiking'' merupakan dua hal yang berbeda secara terminologis. Fiqh berasal dari bahasa Arab, sering disempitkan maknanya sebagai pengetahuan ''ritual-tekstual'' seputar ibadah, seperti; persoalan bersuci, sholat, puasa dan seterusnya yang tidak berhubungan dengan pesoalan-persoalan ''aktual-kontekstual''. Sehingga fiqh menjadi satu disiplin ilmu yang hanya berada di menara gading, jauh dari persoalan-persoalan yang sedang terjadi disekitar. Sedangkan trafiking merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang tidak hanya menjadi diskursus seputar persoalan perdagangan manusia tetapi juga marak terjadi dewasa ini. | |||
''[[Fiqh]]'' dan ''trafiking'' merupakan dua hal yang berbeda secara terminologis. Fiqh berasal dari bahasa Arab, sering disempitkan maknanya sebagai pengetahuan ''ritual-tekstual'' seputar ibadah, seperti; persoalan bersuci, sholat, puasa dan seterusnya yang tidak berhubungan dengan pesoalan-persoalan ''aktual-kontekstual''. Sehingga fiqh menjadi satu disiplin ilmu yang hanya berada di menara gading, jauh dari persoalan-persoalan yang sedang terjadi disekitar. Sedangkan trafiking merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang tidak hanya menjadi diskursus seputar persoalan perdagangan manusia tetapi juga marak terjadi dewasa ini. | |||
Perdagangan manusia ''(trafficking in human)'' merupakan masalah yang sangat kompleks. Perdagangan manusia telah menjadi bisnis lintas negara, yang mempunyai [[jaringan]] sangat rapi, mulai dari tingkat lokal maupun internasional, yang sulit dipantau aparat. Berbagai upaya preventif telah dilakukan, namun hingga kini praktek kejahatan ini tetap berjalan terus. | Perdagangan manusia ''(trafficking in human)'' merupakan masalah yang sangat kompleks. Perdagangan manusia telah menjadi bisnis lintas negara, yang mempunyai [[jaringan]] sangat rapi, mulai dari tingkat lokal maupun internasional, yang sulit dipantau aparat. Berbagai upaya preventif telah dilakukan, namun hingga kini praktek kejahatan ini tetap berjalan terus. | ||