2018 Penyandang Disabilitas dalam Dunia Kerja: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas (ULRS APD) Sentra Mulya Jaya Jakarta|isbn=3032-2413|pub_date=2024-02-04|series=Vol. 2 No. 1 (2024): February|author=*Hani Oktaviyani (Universitas Muhammadiyah Jakarta) *Sokhivah Sokhivah (Universitas Muhammadiyah Jakarta)|title_orig=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title= | {{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Penyandang Disabilitas dalam Dunia Kerja|isbn=2620-3367|pub_date=Desember 2018|series=Vol 1, No 3 (2018)|author=*Geminastiti Purinami A | ||
* | *Nurliana Cipta Apsari | ||
*Nandang Mulyana|title_orig=Penyandang Disabilitas dalam Dunia Kerja|image_caption=[https://jurnal.unpad.ac.id/focus/article/view/20499 Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial]|note=[https://jurnal.unpad.ac.id/focus/article/view/20499 Download PDF]|name=}}'''Informasi Artikel Jurnal:''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://jurnal.unpad.ac.id/focus/article/view/20499 Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
|Vol | |Vol 1, No 3 (2018) | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | | ''Geminastiti Purinami A, Nurliana Cipta Apsari, Nandang Mulyana'' | ||
|- | |- | ||
|DOI | |DOI | ||
|: | |: | ||
|https://doi.org/10. | |https://doi.org/10.24198/focus.v1i3.20499 | ||
|}'''Abstrak''' | |}'''Abstrak''' | ||
Penyandang disabilitas, mempunyai hak yang setara dengan orang lain. Meski begitu, diskriminasi masih kerap dirasakan karena mereka dianggap tidak mandiri. Demi mencapai kemandirian, penyandang disabilitas melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan keterampilan sosial. Kurang tersedianya lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas membuat penyandang disabilitas lebih memilih untuk bekerja pada sektor usaha. Adanya undang-undang no 8 tahun 2006, membuat beberapa penyandang disabilitas bekerja di suatu perusahaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas karena mereka harus dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja. Bertemu dengan orang baru tentunya bukan hal yang mudah. Diskriminasi yang telah dirasakan oleh penyandang disabilitas tentu dapat menghambat proses penyesuaian diri. Karena itu pekerja sosial mampunyai peran untuk meningkatkan kapasitas orang dalam mengatasi masalah yang dihadapi dan menguhubungkan sumber sumber yang ada di sekitarnya untuk membantu mengatasi masalah. | |||
'''Kata Kunci:''' '' | '''Kata Kunci:''' ''penyandang disabilitas; pekerjaan; penyesuaian diri; pekerja sosial dengan disabilitas.'' | ||
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]] | [[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas 2018]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas 2018]] | ||
Revisi per 6 April 2026 18.49
| Judul | Penyandang Disabilitas dalam Dunia Kerja |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol 1, No 3 (2018) |
Tahun terbit | Desember 2018 |
| ISBN | 2620-3367 |
| Download PDF | |
Informasi Artikel Jurnal:
| Sumber | : | Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial |
| Seri | : | Vol 1, No 3 (2018) |
| Penulis | : | Geminastiti Purinami A, Nurliana Cipta Apsari, Nandang Mulyana |
| DOI | : | https://doi.org/10.24198/focus.v1i3.20499 |
Abstrak
Penyandang disabilitas, mempunyai hak yang setara dengan orang lain. Meski begitu, diskriminasi masih kerap dirasakan karena mereka dianggap tidak mandiri. Demi mencapai kemandirian, penyandang disabilitas melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan keterampilan sosial. Kurang tersedianya lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas membuat penyandang disabilitas lebih memilih untuk bekerja pada sektor usaha. Adanya undang-undang no 8 tahun 2006, membuat beberapa penyandang disabilitas bekerja di suatu perusahaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas karena mereka harus dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja. Bertemu dengan orang baru tentunya bukan hal yang mudah. Diskriminasi yang telah dirasakan oleh penyandang disabilitas tentu dapat menghambat proses penyesuaian diri. Karena itu pekerja sosial mampunyai peran untuk meningkatkan kapasitas orang dalam mengatasi masalah yang dihadapi dan menguhubungkan sumber sumber yang ada di sekitarnya untuk membantu mengatasi masalah.
Kata Kunci: penyandang disabilitas; pekerjaan; penyesuaian diri; pekerja sosial dengan disabilitas.