Era Kebangkitan Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi ''''<u>Informasi Artikel Berita:</u>''' {| |Sumber Original |: |[https://www.idntimes.com/news/indonesia/ulama-perempuan-dorong-pemilu-2024-berlangsung-bersih-dan-bermartabat-00-sbfjr-y18fvx IDN News] |- |Penulis |: |Lia Hutasoit |- |Tanggal Tayang |: |20 Nov 2023, 19:04 WIB |} {| |Artikel Lengkap: '''''[https://www.idntimes.com/news/indonesia/ulama-perempuan-dorong-pemilu-2024-berlangsung-bersih-dan-bermartabat-00-sbfjr-y18fvx Ulama Perempuan Dorong Pemilu 2024 B...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://kumparan.com/arafiq-zm/era-kebangkitan-ulama-perempuan/3 Kumparan] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Arafiq Zm | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Tayang | |Tanggal Tayang | ||
|: | |: | ||
| | |29 Maret 2018 16:18 WIB | ||
|} | |} | ||
{| | {| | ||
|Artikel Lengkap: '''''[https:// | |Artikel Lengkap: '''''[https://kumparan.com/arafiq-zm/era-kebangkitan-ulama-perempuan/3 Era Kebangkitan Ulama Perempuan]''''' | ||
|} | |} | ||
Mencermati berita tentang pertemuan ulama perempuan yang dilaksanakan di Jawa Tengah dalam tiga hari terakhir, dari 27-29 Maret 2018, saya kembali teringat tentang pertemuan ulama dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) setahun lalu. | |||
Pertemuan ulama perempuan pertama kali dilaksanakan tepatnya pada tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat dengan sebutan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Waktu itu, KUPI dihadiri lebih dari 500 ulama perempuan dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara. Mereka mempertegas peran, memperluas pengakuan, dan terus berkontribusi melalui Seminar Internasional, Seminar Nasional, dan Musyawarah Fatwa tentang persoalan kebangsaan aktual di ruang publik. | |||
Kala itu, kongres diselenggarakan untuk melegitimasi dan mengafirmasi kerja-kerja ulama perempuan di Indonesia, terutama yang sudah memiliki kesadaran keberpihakan untuk keadilan relasi laki-laki dan perempuan. | |||
[[Kategori:Berita KUPI]] | [[Kategori:Berita KUPI]] | ||
[[Kategori:Berita 2018]] | [[Kategori:Berita 2018]] | ||
Revisi terkini sejak 9 April 2026 14.41
Informasi Artikel Berita:
| Sumber Original | : | Kumparan |
| Penulis | : | Arafiq Zm |
| Tanggal Tayang | : | 29 Maret 2018 16:18 WIB |
| Artikel Lengkap: Era Kebangkitan Ulama Perempuan |
Mencermati berita tentang pertemuan ulama perempuan yang dilaksanakan di Jawa Tengah dalam tiga hari terakhir, dari 27-29 Maret 2018, saya kembali teringat tentang pertemuan ulama dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) setahun lalu.
Pertemuan ulama perempuan pertama kali dilaksanakan tepatnya pada tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat dengan sebutan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Waktu itu, KUPI dihadiri lebih dari 500 ulama perempuan dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara. Mereka mempertegas peran, memperluas pengakuan, dan terus berkontribusi melalui Seminar Internasional, Seminar Nasional, dan Musyawarah Fatwa tentang persoalan kebangsaan aktual di ruang publik.
Kala itu, kongres diselenggarakan untuk melegitimasi dan mengafirmasi kerja-kerja ulama perempuan di Indonesia, terutama yang sudah memiliki kesadaran keberpihakan untuk keadilan relasi laki-laki dan perempuan.