Difabel News Edisi 25; Kebijakan Pendidikan yang Berpihak pada Difabel: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=SAPDA|image=Berkas:Buletin SAPDA Ed23.png|italic title=Kasus Kekerasan terhadap Anak Difabel|pub_date=Februari 2012|series=Th. XI Februari 2012 Edisi 23|title_orig=Kasus Kekerasan terhadap Anak Difabel|name=|notes=[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi-23-kasus-kekerasan-terhadap-anak-difabel/ Download PDF]|image_caption=[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi-23-kasus-kekerasan-terhadap-anak-difabel/ Buletin SA...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|publisher=SAPDA|image=Berkas:Buletin SAPDA | {{Infobox book|publisher=SAPDA|image=Berkas:Buletin SAPDA Ed25.png|italic title=Kebijakan Pendidikan yang Berpihak pada Difabel|pub_date=Mei 2012|series=Th. XII Mei 2012 Edisi 25|title_orig=Kebijakan Pendidikan yang Berpihak pada Difabel|name=|notes=[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi-25-kebijakan-pendidikan-yang-berpihak-kepada-difabel/ Download PDF]|image_caption=[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi-25-kebijakan-pendidikan-yang-berpihak-kepada-difabel/ Buletin SAPDA Edisi 25]}}'''<u>Informasi Buletin:</u>''' | ||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi- | |[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi-25-kebijakan-pendidikan-yang-berpihak-kepada-difabel/ SAPDA] | ||
|- | |- | ||
|Nama Buletin | |Nama Buletin | ||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
|Th. | |Th. XII Mei 2012 Edisi 25 | ||
|- | |- | ||
|PDF | |PDF | ||
|: | |: | ||
|[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi- | |[https://sapdajogja.org/2017/02/buletin-sapda-edisi-25-kebijakan-pendidikan-yang-berpihak-kepada-difabel/ Download PDF] | ||
|} | |} | ||
Berbagai persoalan yang di alami oleh difabel di mata masyarakat misalnya penolakan dan ketidaksetujuan penyamarataan kehidupan ditingkat masyarakat kian bertambah. Sering dijumpai sejumlah perusahaan yang menolak menerima difabel sebagai karyawan mereka. Sampai dengan saat ini baru beberapa perusahan yang secara optimal berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mereka. Sebagian besar masyarakat menganggap difabel termasuk kelompok yang mempunyai keterbatasan potensi untuk dikembangkan. Sehingga Mereka tidak dioptimalkan sesuai potensi yang mereka miliki. | |||
Melihat persoalan di atas maka hal utama yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi difabel adalah: Pertama: Menyemangati diri mereka bahwa mereka bisa seperti manusia lainnya. Kemauan dan Usahalah yang dapat menentukan kehidupan mereka sendiri. Kedua, Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan tidak diskriminatif bagi difabel. Ketiga memberikan pemahaman terhadap orangtua terhadap potensi anak, hal ini terlihat bahwa Selama ini orangtua yang memiliki anak difabel seringkali memilih untuk tidak menyekolahkan mereka. Karena mereka menganggap bahwa difabel tidak mempunyai potensi atau menyusahkan keluarga. | |||
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]] | [[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]] | ||