Difabel News Edisi 26; Mengembangkan Potensi Difabel: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
k Agus Munawir memindahkan halaman Buletin SAPDA Edisi 26: Mengembangkan Potensi Difabel ke Difabel News Edisi 26: Mengembangkan Potensi Difabel |
(Tidak ada perbedaan)
| |
Revisi per 14 April 2026 10.57
| Judul | Mengembangkan Potensi Difabel |
|---|---|
| Seri | Th. XII Mei 2012 Edisi 26 |
| Penerbit | SAPDA |
Tahun terbit | Mei 2012 |
| Download PDF | |
Informasi Buletin:
| Sumber | : | SAPDA |
| Nama Buletin | : | Difabel News |
| Seri | : | Th. XII Mei 2012 Edisi 26 |
| : | Download PDF |
Berbagai persoalan yang di alami oleh difabel di mata masyarakat misalnya penolakan dan ketidaksetujuan penyamarataan kehidupan ditingkat masyarakat kian bertambah. Sering dijumpai sejumlah perusahaan yang menolak menerima difabel sebagai karyawan mereka. Sampai dengan saat ini baru beberapa perusahan yang secara optimal berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mereka. Sebagian besar masyarakat menganggap difabel termasuk kelompok yang mempunyai keterbatasan potensi untuk dikembangkan. Sehingga Mereka tidak dioptimalkan sesuai potensi yang mereka miliki.
Melihat persoalan di atas maka hal utama yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi difabel adalah: Pertama: Menyemangati diri mereka bahwa mereka bisa seperti manusia lainnya. Kemauan dan Usahalah yang dapat menentukan kehidupan mereka sendiri. Kedua, Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan tidak diskriminatif bagi difabel. Ketiga memberikan pemahaman terhadap orangtua terhadap potensi anak, hal ini terlihat bahwa Selama ini orangtua yang memiliki anak difabel seringkali memilih untuk tidak menyekolahkan mereka. Karena mereka menganggap bahwa difabel tidak mempunyai potensi atau menyusahkan keluarga.