Menyimak Beragam Cerita Hambatan Disabilitas Berhadapan dengan Hukum: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''<u>Informasi Artikel:</u>''' {| |Sumber Original |: |[https://fahmina.id/ketika-ulama-perempuan-negara-dan-difabel-merumuskan-fikih-inklusif/ Yayasan Fahmina] |- |Tanggal Terbit |: |17 Desember 2025 |- |Penulis |: |Zaenal Abidin |- |Artikel Lengkap |: |[https://fahmina.id/ketika-ulama-perempuan-negara-dan-difabel-merumuskan-fikih-inklusif/ Ketika Ulama Perempuan, Negara, dan Difabel Merumuskan Fikih Inklusif] |} '''Yogyakarta''' — Konsolidasi Ulama Perempuan...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://sapdajogja.org/2023/07/menyimak-beragam-cerita-hambatan-disabilitas-berhadapan-dengan-hukum/ SAPDA] | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Terbit | |Tanggal Terbit | ||
|: | |: | ||
| | |2023 | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Media SAPDA | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://sapdajogja.org/2023/07/menyimak-beragam-cerita-hambatan-disabilitas-berhadapan-dengan-hukum/ Menyimak Beragam Cerita Hambatan Disabilitas Berhadapan dengan Hukum] | ||
|} | |} | ||
Penyandang disabilitas masih mengalami beragam hambatan dalam mengakses layanan pengadilan. Standar pemeriksaan yang inklusif berbasis pemenuhan akomodasi yang layak sangat penting agar penyandang disabilitas berhadapan dengan hukum terlindungi dan terpenuhi hak-haknya dalam proses peradilan. | |||
Berbagai perwakilan organisasi penyandang disabilitas menyampaikan pengalamannya masing-masing berhadapan dengan hukum dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah Mengenai Draft Naskah Akademik Rancangan Peraturan Mahkamah Agung tentang Standar Pemeriksaan Penyandang Disabilitas dalam Proses Peradilan, yang diselenggarakan Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) pada Rabu (5/7). | |||
Salah satu hambatan yang diceritakan adalah minimnya perspektif disabilitas dalam pelayanan yang diberikan aparatur pengadilan. Salah satu peserta, Sri Lestari, mengatakan belum semua petugas pengadilan memahami etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas. “Waktu itu enggak ada (yang membantu mendorong kursi roda). Saya (bermobilitas) sendiri. Didorong cuman waktu mau naik, oleh satpam,” kata Sri yang menyandang disabilitas paraplegia. | |||
[[Kategori:Informasi dan Opini Kupibilitas]] | [[Kategori:Informasi dan Opini Kupibilitas]] | ||
[[Kategori:Berita Kupibilitas]] | [[Kategori:Berita Kupibilitas]] | ||