Lompat ke isi

2026 From Hierarchy To Reciprocity: Re-Envisioning Teacher-Student Relations In Islamic Education Through Qira’ah Mubadalah: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=From Hierarchy To Reciprocity: Re-Envisioning Teacher-Student Relations In Islamic Education Through Qira’ah Mubadalah|isbn=2655-6634|pub_date=2026-03-10|series=Vol. 6 No. 1 (2026)|author=*Mahmud Yunus Mustofa (Sekolah Tinggi Islam Kendal)
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
*Muh Syauqi Malik (Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
*Mikke Novia Indriani (Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan)
*Makmur Sofyan Mustofa (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)|title_orig=From Hierarchy To Reciprocity: Re-Envisioning Teacher-Student Relations In Islamic Education Through Qira’ah Mubadalah|name=|notes=[https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/382/340 Download PDF]|image_caption=[https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/382 Media Transformasi Pendidikan]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/382 Istifkar: Media Transformasi Pendidikan]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|Vol. 6 No. 1 (2026)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Mahmud Yunus Mustofa, Muh Syauqi Malik
|-
|
|
|Mikke Novia Indriani, Makmur Sofyan Mustofa
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|https://doi.org/10.62509/ji.v6i1.382
|-
|PDF
|:
|[https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/382 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
Hubungan antara guru dan murid dalam tradisipendidikan Islam sering kali dicirikan sebagaihubungan hierarki vertikal searah di mana murid hanya menjadi penerima ilmu yang pasif. Ketimpangan relasi kuasa ini sering kali memicu stagnasi pedagogis dan dalam kasus ekstrem bahkan dapat bermanifestasi menjadi tindakan kekerasan atau keterputusan emosional. Studi ini mengusulkan adanya pergeseran paradigma dengan mengonsep ulang dinamika relasi guru-murid melalui lensa Mubadalah(Kesalingan). Paper ini merupakan penelitiankualitatif yang berfokus pada analisis hermeneutikauntuk mendekonstruksi hubungan konvensional "subjek-objek" dan menggantinya dengan kemitraan "subjek-subjek" berdasarkan prinsip Mubadalah. Analisis ini menerapkan kerangka kerja tiga langkah Mubadalah: Pertma, mengidentifikasi prinsip-prinsip universal Islam tentang keadilan; Kedua, mengekstraksi nilai-nilai pedagogis inti dari teks-teks keagamaan; Ketiga mendistribusikan nilai-nilai tersebut secara timbal balik baik kepada guru maupun murid. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Mubadalahdalam relasi guru-murid mentransformasi ruang kelas menjadi ruang martabat bersama di mana kedua belah pihak menjadi partisipan aktif dalam perjalanan spiritual dan intelektual. Model kesalingan ini tidak mengurangi peran guru, melainkan membingkai ulang posisinya dari otoritas mutlak menjadimentordan fasilitatoryang penuh kasih (rahmah). Pada akhirnya, penelitian ini berkontribusi pada diskursus reformasi pendidikan Islam dengan menyediakan basis teologis dan metodologis untuk menciptakan lingkungan belajar yang non-kekerasan, egaliter, dan harmonis yang sesuai dengan tantangan abad ke-21.
 
Kata Kunci: Pendidikan Islam, Qira’ah Mubadalah, Relasi Guru-Murid, Kesalingan, Faqihuddin Abdul Kodir
 
'''''Abstract:''' Teacher-student relationships within the Islamic educational tradition are frequently characterized by a unidirectional, vertical hierarchy in which the student is relegated to a passive recipient of knowledge. This power imbalance often triggers pedagogical stagnation and, in extreme cases, manifests as physical violence or emotional detachment. This study proposes a paradigm shift by re-envisioning the dynamics of teacher-student relations through the lens of Mubādalah (Reciprocity). Employing a qualitative approach grounded in hermeneutic analysis, this paper deconstructs the conventional "subject-object" dichotomy and replaces it with a "subject-to-subject" partnership grounded in Mubādalah principles. The analysis applies a three-step Mubādalah framework: first, identifying universal Islamic principles of justice; second, extracting core pedagogical values from religious texts; and third, reciprocally distributing these values to both teachers and students. The findings demonstrate that applying Mubādalah to teacher-student relations transforms the classroom into a space of mutual dignity, where both parties become active participants in a shared spiritual and intellectual journey. This reciprocal model does not diminish the teacher's role but reframes their position from an absolute authority to a mentor and facilitator grounded in compassion (raḥmah). Ultimately, this research contributes to the discourse on Islamic educational reform by providing a theological and methodological foundation for creating non-violent, egalitarian, and harmonious learning environments suited to the challenges of the 21st century.''


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Keywords:''' Islamic Education, Qira’ah Mubādalah, Teacher-Student Relations, Reciprocity, Faqihuddin Abdul Kodir''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2026]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2026]]