Kongres Ulama Perempuan Indonesia Digelar Di Cirebon: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) digelar di Cirebon, Jawa Barat. Sekitar 1.270 peserta, kemarin (25/4), mengikuti seminar internasional tentang ulama perempuan di Auditorium Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Para peserta didomiasi perempuan. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) digelar di Cirebon, Jawa Barat. Sekitar 1.270 peserta, kemarin (25/4), mengikuti seminar internasional tentang ulama perempuan di Auditorium Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Para peserta didomiasi perempuan. | ||
Ketua Panitia Pengarah Kongres | Ketua Panitia Pengarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Badriyah Fayumi mengatakan, tujuan kongres adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui. | ||
Sebab, menurut Wakil Ketua Pengurus Pusat [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU), itu dominasi budaya patriarkat berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik. | Sebab, menurut Wakil Ketua Pengurus Pusat [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU), itu dominasi budaya patriarkat berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik. | ||