Proses Kongres: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{DISPLAYTITLE:Proses Kongres}} | {{DISPLAYTITLE:Proses Kongres}} | ||
'''Proses Kongres''' adalah catatan tentang seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringan Cirebon, 25 - 27 April 2017 M bertepatan dengan 28 - 30 Rajab 1438 H. | '''Proses Kongres''' adalah catatan tentang seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringan Cirebon, 25 - 27 April 2017 M bertepatan dengan 28 - 30 Rajab 1438 H. | ||
{{Artikelfeat|title=[[Ulama Perempuan Dalam Sejarah Islam Indonesia]]|line=[[Ulama Perempuan Dalam Sejarah Islam Indonesia|Selengkapnya...]]|content=Sejarah Islam Indonesia pun menunjukkan hal yang tidak jauh berbeda. Ada sejumlah catatan emas di sana, namun ada juga sisi gelap sejarah yang membuat potensi keulamaan perempuan tidak teraktualisasikan. Dalam perjalanan sejarah Islam Nusantara (saat itu Indonesia belum ada), tercatat beberapa nama ulama perempuan yang menonjol. Sebagian dari ulama perempuan itu adalah juga Sultanah yang memiliki kekuasaan formal dan memimpin kesultanan-kesultanan muslim sejak abad 17 M.}}{{Artikelfeat|title=[[Rangkaian Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia]]|line=[[Rangkaian Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia|Selengkapnya...]]|content=Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) bukan hanya kegiatan pada tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu Ciwaringain Cirebon semata. Akan tetapi, ia merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan yang saling melengkapi satu sama lain yang dilakukan sejak pertengahan 2016. Kesuksesan tiga hari penyelenggaran Kongres di Pesantren ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.}} | {{Artikelfeat|title=[[Ulama Perempuan Dalam Sejarah Islam Indonesia]]|line=[[Ulama Perempuan Dalam Sejarah Islam Indonesia|Selengkapnya...]]|content=Sejarah Islam Indonesia pun menunjukkan hal yang tidak jauh berbeda. Ada sejumlah catatan emas di sana, namun ada juga sisi gelap sejarah yang membuat potensi keulamaan perempuan tidak teraktualisasikan. Dalam perjalanan sejarah Islam Nusantara (saat itu Indonesia belum ada), tercatat beberapa nama ulama perempuan yang menonjol. Sebagian dari ulama perempuan itu adalah juga Sultanah yang memiliki kekuasaan formal dan memimpin kesultanan-kesultanan muslim sejak abad 17 M.}}{{Artikelfeat|title=[[Rangkaian Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia]]|line=[[Rangkaian Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia|Selengkapnya...]]|content=Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) bukan hanya kegiatan pada tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu Ciwaringain Cirebon semata. Akan tetapi, ia merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan yang saling melengkapi satu sama lain yang dilakukan sejak pertengahan 2016. Kesuksesan tiga hari penyelenggaran Kongres di Pesantren ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.}} | ||