Keberadaan Ulama Perempuan Masih Terpinggirkan Di Ruang Publik: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
Sebanyak 1.270 peserta hadir dalam seminar tersebut. Di mana, peserta yang hadir didominasi kaum hawa. | Sebanyak 1.270 peserta hadir dalam seminar tersebut. Di mana, peserta yang hadir didominasi kaum hawa. | ||
Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) Kongres Ulama Perempuan Indonesia Dra Hj Badriyah Fayumi Lc MA yang sekaligus Wakil Ketua Pengurus Pusat [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU) mengatakan, tujuan kongres ini adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui. | Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] Dra Hj [[Badriyah Fayumi]] Lc MA yang sekaligus Wakil Ketua Pengurus Pusat [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU) mengatakan, tujuan kongres ini adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui. | ||
Sebab menurutnya, dominasi budaya patriarkat berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik. | Sebab menurutnya, dominasi budaya patriarkat berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik. | ||
| Baris 23: | Baris 23: | ||
''Sumber: http://www.radarcirebon.com/keberadaan-ulama-perempuan-masih-terpinggirkan-di-ruang-publik.html'' | ''Sumber: http://www.radarcirebon.com/keberadaan-ulama-perempuan-masih-terpinggirkan-di-ruang-publik.html'' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita KUPI 1]] | |||