Lompat ke isi

Wasathiyah Islam: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Wasathiyah Islam''' biasa diartikan sebagai moderasi dalam beragama Islam, atau sikap untuk tidak kurang (''tafrith'') dan tidak berlebihan (''ifrath'') dalam ber-Islam. Ayat rujukan konsep wasathiyah Islam adalah Surat al-Baqarah (QS, 2: 143). Menariknya, ayat ini tepat sekali berada di jantung utama, atau persis di pertengahan dari seluruh ayat dalam Surat al-Baqarah. Kita tahu, Surat al-Baqarah terdiri dari 286 ayat. Jika dibagi dua menjadi 143. Nah, di ayat 143 ini lah ayat rujukan tentang sikap beragama yang ''wasath'', pertengahan, atau moderat itu berada. Jadi, ayat yang meminta kita untuk berada dalam sikap jalan tengah, ternyata juga berada pas di tengah Surat al-Baqarah. ''Subhanallah''.
'''Wasathiyah Islam''' biasa diartikan sebagai moderasi dalam beragama Islam, atau sikap untuk tidak kurang (''tafrith'') dan tidak berlebihan (''ifrath'') dalam ber-Islam. Ayat rujukan konsep wasathiyah Islam adalah Surat al-Baqarah (QS, 2: 143). Menariknya, ayat ini tepat sekali berada di jantung utama, atau persis di pertengahan dari seluruh ayat dalam Surat al-Baqarah. Kita tahu, Surat al-Baqarah terdiri dari 286 ayat. Jika dibagi dua menjadi 143. Nah, di ayat 143 ini lah ayat rujukan tentang sikap beragama yang ''wasath'', pertengahan, atau moderat itu berada. Jadi, ayat yang meminta kita untuk berada dalam sikap jalan tengah, ternyata juga berada pas di tengah Surat al-Baqarah. ''Subhanallah''.


 
<div lang="ar" dir="rtl">
<big>وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ (البقرة، 2: 143)</big>
<big>وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ (البقرة، 2: 143)</big>
 
</div>
''Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat pertengahan” agar kalian semua menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. Al-Baqarah, 2: 143).''
''Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat pertengahan” agar kalian semua menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. Al-Baqarah, 2: 143).''