Lompat ke isi

Fatmawati: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 6: Baris 6:


Fatmawati turut hadir dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) tahun 2017. Ia juga menjadi panitia lokal yang mengorganisasi peserta KUPI dari Makassar. Dalam sesi penutupan KUPI, Fatmawati membacakan hasil musyawarah keagamaan KUPI tentang Kerusakan Alam dalam Konteks Ketimpangan Sosial di hadapan para peserta dan undangan bersama dengan delegasi yang lain.
Fatmawati turut hadir dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) tahun 2017. Ia juga menjadi panitia lokal yang mengorganisasi peserta KUPI dari Makassar. Dalam sesi penutupan KUPI, Fatmawati membacakan hasil musyawarah keagamaan KUPI tentang Kerusakan Alam dalam Konteks Ketimpangan Sosial di hadapan para peserta dan undangan bersama dengan delegasi yang lain.
== Riwayat hidup ==
== Riwayat hidup ==
Fatmawati merupakan anak ketujuh dari Sembilan bersaudara dari pasangan H. Saharing (Pejuang/Veteran RI) dan Ibu Hj. Intan (IRT). Fatmawati menikah dengan Dr. Muhammad Shuhufi, M. Ag, dan telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Nadyatul Hikmah Shuhufi, S.S.I. dan Nayla Salsabila Shuhufi.
Fatmawati merupakan anak ketujuh dari Sembilan bersaudara dari pasangan H. Saharing (Pejuang/Veteran RI) dan Ibu Hj. Intan (IRT). Fatmawati menikah dengan Dr. Muhammad Shuhufi, M. Ag, dan telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Nadyatul Hikmah Shuhufi, S.S.I. dan Nayla Salsabila Shuhufi.
Baris 19: Baris 17:
Selain kiprahnya di dunia akademik, Fatmawati memiliki kegiatan kemasyarakatan yang banyak. Sejak tahun 2008 hingga sekarang, Fatmawati tercatat sebagai ketua Pembina Majelis Taklim Nurul Mujaddid, ketua Majelis Taklim Ummahat Darud Da’wah Wal Irsyad (UMDI) Pao-Pao Kab. Gowa. Fatmawati juga menjadi anggota Tim Da’i Pemerintah Daerah Kab. Gowa, sejak 2014-hingga sekarang, ketua umum Ikatan Dakwah (IKADY) Kab. Gowa, Dinas Sosial Pemda Gowa, sejak 2016-sekarang, ketua umum Ikatan Daiyah (IKA DYAH) Kota Makassar, sejak 2017-sekarang. Selain itu, ia menjadi Pembina Racana Almaida, Gudep Pangkalan UIN Alauddin Makassar sejak 2010 hingga sekarang, sebagai sekretaris Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (PB DDI), sejak tahun 2016-sekarang, anggota Muslimat NU Kab. Gowa, sejak 2016 hingga sekarang. Ia saat ini menjadi pemateri tetap Fiqih Perempuan, di Masjid Al-Markaz Al-Islamy Jend. M. Yusuf Makassar, sejak tahun 2016.
Selain kiprahnya di dunia akademik, Fatmawati memiliki kegiatan kemasyarakatan yang banyak. Sejak tahun 2008 hingga sekarang, Fatmawati tercatat sebagai ketua Pembina Majelis Taklim Nurul Mujaddid, ketua Majelis Taklim Ummahat Darud Da’wah Wal Irsyad (UMDI) Pao-Pao Kab. Gowa. Fatmawati juga menjadi anggota Tim Da’i Pemerintah Daerah Kab. Gowa, sejak 2014-hingga sekarang, ketua umum Ikatan Dakwah (IKADY) Kab. Gowa, Dinas Sosial Pemda Gowa, sejak 2016-sekarang, ketua umum Ikatan Daiyah (IKA DYAH) Kota Makassar, sejak 2017-sekarang. Selain itu, ia menjadi Pembina Racana Almaida, Gudep Pangkalan UIN Alauddin Makassar sejak 2010 hingga sekarang, sebagai sekretaris Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (PB DDI), sejak tahun 2016-sekarang, anggota Muslimat NU Kab. Gowa, sejak 2016 hingga sekarang. Ia saat ini menjadi pemateri tetap Fiqih Perempuan, di Masjid Al-Markaz Al-Islamy Jend. M. Yusuf Makassar, sejak tahun 2016.


Sebelum itu, Fatmawati pernah menjadi ketua Kelompok Kerja (POKJA) Majelis Taklim Kementerian Agama Gowa sejak 2010-2012, Muslimat NU Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2015, anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, sekretaris Pengurus Pusat Darud Da’wah Wal Irsyad Abdurrahman Ambo Dalle (DDI-AD) tahun 2007-2014, Women's Crisis Center (WCC) Pao-Pao, sekretaris Jaringan LBH-P2i Sulawesi Selatan tahun 2007-2010, dan ketua Majelis Taklim Nurul Mujaddid, Gowa, tahun 2003-2008.
Sebelum itu, Fatmawati pernah menjadi ketua Kelompok Kerja (POKJA) Majelis Taklim Kementerian Agama Gowa sejak 2010-2012, Muslimat NU Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2015, anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, sekretaris Pengurus Pusat Darud Da’wah Wal Irsyad Abdurrahman Ambo Dalle (DDI-AD) tahun 2007-2014, Women's Crisis Center (WCC) Pao-Pao, sekretaris [[Jaringan]] LBH-P2i Sulawesi Selatan tahun 2007-2010, dan ketua Majelis Taklim Nurul Mujaddid, Gowa, tahun 2003-2008.
 
 
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Ketertarikan Fatmawati pada isu perempuan telah tumbuh sejak kecil. Ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia mulai gelisah melihat ketimpangan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Kegelisahannya tersebut juga ia tuliskan di buku harian dan sesekali ia diskusikan bersama teman-temannya. Pada suatu momen penting di sekolah, Fatmawati meminta kepada pihak panitia untuk mendapatkan ruang mengekspresikan diri berupa pembacaan puisi. Ia kemudian membaca puisi di hadapan orang banyak tentang keadilan terhadap perempuan. Sontak seluruh hadirin terheran-heran mendengar puisi tersebut, mengingat keadilan perempuan adalah isu yang tidak umum untuk diangkat oleh anak seusianya. Masa itulah yang menjadi cikal bakal Fatmawati tertarik mendalami isu perempuan.
Ketertarikan Fatmawati pada isu perempuan telah tumbuh sejak kecil. Ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia mulai gelisah melihat ketimpangan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Kegelisahannya tersebut juga ia tuliskan di buku harian dan sesekali ia diskusikan bersama teman-temannya. Pada suatu momen penting di sekolah, Fatmawati meminta kepada pihak panitia untuk mendapatkan ruang mengekspresikan diri berupa pembacaan puisi. Ia kemudian membaca puisi di hadapan orang banyak tentang keadilan terhadap perempuan. Sontak seluruh hadirin terheran-heran mendengar puisi tersebut, mengingat keadilan perempuan adalah isu yang tidak umum untuk diangkat oleh anak seusianya. Masa itulah yang menjadi cikal bakal Fatmawati tertarik mendalami isu perempuan.
Baris 38: Baris 34:


Pasca KUPI, Fatmawati ikut mensosialisasikan dan menerapkan hasil musyawarah keagamaan dan rekomendasi KUPI ke dalam semua aktivitas dengan menggunakan pendekatan budaya lokal. Ia aktif menyuarakan pencegahan kekerasan seksual, bahkan melakukan pendampingan korban kekerasan seksual. Ia juga aktif melakukan pencegahan perkawinan anak dan kampanye stop sunat perempuan. Ia juga terlibat aktif dalam PUP (Pengkaderan Ulama Perempuan) Rahima di Makassar sebagai tindak lanjut KUPI 1. Kajian keagamaan berkaitan dengan isu perempuan diperkuat dengan kajian dan pendidikan yang ia ikuti baik ketika proses KUPI maupun pasca KUPI bersama dengan Rahima, [[Alimat]], dan Fahmina.
Pasca KUPI, Fatmawati ikut mensosialisasikan dan menerapkan hasil musyawarah keagamaan dan rekomendasi KUPI ke dalam semua aktivitas dengan menggunakan pendekatan budaya lokal. Ia aktif menyuarakan pencegahan kekerasan seksual, bahkan melakukan pendampingan korban kekerasan seksual. Ia juga aktif melakukan pencegahan perkawinan anak dan kampanye stop sunat perempuan. Ia juga terlibat aktif dalam PUP (Pengkaderan Ulama Perempuan) Rahima di Makassar sebagai tindak lanjut KUPI 1. Kajian keagamaan berkaitan dengan isu perempuan diperkuat dengan kajian dan pendidikan yang ia ikuti baik ketika proses KUPI maupun pasca KUPI bersama dengan Rahima, [[Alimat]], dan Fahmina.
== Prestasi atau Penghargaan ==
== Prestasi atau Penghargaan ==
Fatimah menerima beberapa penghargaan, antara lain:
Fatimah menerima beberapa penghargaan, antara lain:
Baris 48: Baris 42:
# Juara 1 Lomba Pidato pada MTQ KORPRI Tk. Sulawesi Selatan Tahun 2014
# Juara 1 Lomba Pidato pada MTQ KORPRI Tk. Sulawesi Selatan Tahun 2014
# 10 Besar Peserta Lomba Pidato pada MTQ KORPRI Tk. Nasional di Banda Aceh Tahun 2014
# 10 Besar Peserta Lomba Pidato pada MTQ KORPRI Tk. Nasional di Banda Aceh Tahun 2014
== Karya-Karya ==
== Karya-Karya ==
Berikut adalah karya tulis Fatmawati dalam bentuk buku atau jurnal:
Berikut adalah karya tulis Fatmawati dalam bentuk buku atau jurnal: