Al Adah Muhakkamah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
# Adat yang terjadi tidak bertentangan dengan aturan-aturan syari’ (pembuat syariat), ''maqashid al-Syariah'' dan aturan-aturan lain yang telah baku (tertulis). Sebab adat adalah aturan yang tak tertulis, sehingga jika bertentangan dengan aturan lain yang tertulis maka ada yang dikalahkan. | # Adat yang terjadi tidak bertentangan dengan aturan-aturan syari’ (pembuat syariat), ''maqashid al-Syariah'' dan aturan-aturan lain yang telah baku (tertulis). Sebab adat adalah aturan yang tak tertulis, sehingga jika bertentangan dengan aturan lain yang tertulis maka ada yang dikalahkan. | ||
Kaidah di atas termasuk salah satu dari lima kaidah “utama” (al-Qawaid al-Kubra) dalam ilmu kaidah fikih. Sebagaimana lumrahnya kaidah fikih yang lain, kaidah ini tidak berdiri sendiri. Malainkan ia juga memiliki sandaran ''(mustanad)'', baik dalam al-Qur’an maupun al-Sunnah. | Kaidah di atas termasuk salah satu dari lima kaidah “utama” (al-Qawaid al-Kubra) dalam ilmu kaidah fikih. Sebagaimana lumrahnya kaidah fikih yang lain, kaidah ini tidak berdiri sendiri. Malainkan ia juga memiliki sandaran ''(mustanad)'', baik dalam [[al-Qur’an]] maupun al-Sunnah. | ||
Dasar kaidah ini dalam al-Qur’an adalah firman Allah: | Dasar kaidah ini dalam al-Qur’an adalah firman Allah: | ||
| Baris 45: | Baris 45: | ||
''“Tiap sesuatu yang syariat datang atasnya secara muthlaq, tanpa ada standart dari syar’i, juga dalam bahasa maka standartnya dikembalikan pada urf”''<ref>Jalaluddin al-Suyuthi, ''al-Asybah wa al-Nadzair li al-Suyuthi,'' (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1990), juz 1, halaman 98. </ref> | ''“Tiap sesuatu yang syariat datang atasnya secara muthlaq, tanpa ada standart dari syar’i, juga dalam bahasa maka standartnya dikembalikan pada urf”''<ref>Jalaluddin al-Suyuthi, ''al-Asybah wa al-Nadzair li al-Suyuthi,'' (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1990), juz 1, halaman 98. </ref> | ||
Ibnu Qayyim menyebut dalam bukunya ''A’lam al-Muwaqi’in'' bahwa adat dan urf sangat mempengaruhi dalam perumusan fatwa. Ia menulis: | Ibnu Qayyim menyebut dalam bukunya ''A’lam al-Muwaqi’in'' bahwa adat dan urf sangat mempengaruhi dalam perumusan [[fatwa]]. Ia menulis: | ||
<big>وَلَا تَجْمُدْ عَلَى الْمَنْقُولِ فِي الْكُتُبِ طُولَ عُمْرِك، بَلْ إذَا جَاءَك رَجُلٌ مِنْ غَيْرِ إقْلِيمِك يَسْتَفْتِيك فَلَا تُجْرِهِ عَلَى عُرْفِ بَلَدِك، وَسَلْهُ عَنْ عُرْفِ بَلَدِهِ فَأَجْرِهِ عَلَيْهِ وَأَفْتِهِ بِهِ، دُونَ عُرْفِ بَلَدِك</big> | <big>وَلَا تَجْمُدْ عَلَى الْمَنْقُولِ فِي الْكُتُبِ طُولَ عُمْرِك، بَلْ إذَا جَاءَك رَجُلٌ مِنْ غَيْرِ إقْلِيمِك يَسْتَفْتِيك فَلَا تُجْرِهِ عَلَى عُرْفِ بَلَدِك، وَسَلْهُ عَنْ عُرْفِ بَلَدِهِ فَأَجْرِهِ عَلَيْهِ وَأَفْتِهِ بِهِ، دُونَ عُرْفِ بَلَدِك</big> | ||
| Baris 108: | Baris 108: | ||
<references /> | <references /> | ||
[[Kategori:Konsep Kunci]] | [[Kategori:Konsep Kunci]] | ||