Halaqah Paralel: Perbedaan antara revisi
Tampilan
| Baris 144: | Baris 144: | ||
Tafsir agama banyak dipersoalkan, mayoritas kitab fiqih menyatakan boleh mengawinkan anak laki-laki atau perempuan walau filmahdi (di ayunan ibu) , oleh sebab itu cara pandang yang ke fikih-fikihan harus diubah. [] '''(ZA)''' | Tafsir agama banyak dipersoalkan, mayoritas kitab fiqih menyatakan boleh mengawinkan anak laki-laki atau perempuan walau filmahdi (di ayunan ibu) , oleh sebab itu cara pandang yang ke fikih-fikihan harus diubah. [] '''(ZA)''' | ||
=== Dokumen Kegiatan: === | |||
{| | |||
|Materi | |||
|: | |||
|Materi 1 | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Materi 2 | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Materi 3 | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Materi 4 | |||
|- | |||
|Notulensi | |||
|: | |||
|Download | |||
|- | |||
|Rekaman Suara | |||
|: | |||
|Download | |||
|- | |||
|Galeri Foto | |||
|: | |||
|[[Galeri Foto Halaqah Paralel Sesi 1; Pra Musyawarah Keagamaan tentang Perlindungan Perempuan dari Pemaksaan Perkawinan|Download]] | |||
|- | |||
|Laporan Narasi | |||
|: | |||
|Download | |||
|} | |||
== '''Pra Musyawarah Keagamaan tentang Perlindungan Jiwa Perempuan dari Bahaya Kehamilan akibat Perkosaan''' == | == '''Pra Musyawarah Keagamaan tentang Perlindungan Jiwa Perempuan dari Bahaya Kehamilan akibat Perkosaan''' == | ||
| Baris 161: | Baris 197: | ||
Kemudian Bahrul Fuad menyampaikan konstruksi sosial yang dialami oleh disabilitas dan lansia. Fuad menyampaikan bahwa konstruksi sosial mempengaruhi kebijakan yang ada dan berdampak kepada kelompok disabilitas dan lansia yang terpinggirkan. Selain itu, tafsir-tafsir teks agama yang bias terhadap kelompok disabilitas juga turut mempengaruhi terjadinya diskriminasi, salah satunya ayat poligami yang diturunkan menjadi regulasi boleh poligami apabila memiliki pasangan disabilitas. Bahrul Fuad juga menyampaikan temuan-temuan Komnas Perempuan terkait kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan disabilitas. [] '''(ZA)''' | Kemudian Bahrul Fuad menyampaikan konstruksi sosial yang dialami oleh disabilitas dan lansia. Fuad menyampaikan bahwa konstruksi sosial mempengaruhi kebijakan yang ada dan berdampak kepada kelompok disabilitas dan lansia yang terpinggirkan. Selain itu, tafsir-tafsir teks agama yang bias terhadap kelompok disabilitas juga turut mempengaruhi terjadinya diskriminasi, salah satunya ayat poligami yang diturunkan menjadi regulasi boleh poligami apabila memiliki pasangan disabilitas. Bahrul Fuad juga menyampaikan temuan-temuan Komnas Perempuan terkait kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan disabilitas. [] '''(ZA)''' | ||
=== Dokumen Kegiatan: === | |||
{| | |||
|Materi | |||
|: | |||
|Materi 1 | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Materi 2 | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Materi 3 | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Materi 4 | |||
|- | |||
|Notulensi | |||
|: | |||
|Download | |||
|- | |||
|Rekaman Suara | |||
|: | |||
|Download | |||
|- | |||
|Galeri Foto | |||
|: | |||
|[[Galeri Foto Halaqah Paralel Sesi 1; Perlindungan Hak-Hak Difabel dan Lansia oleh Negara dan Masyarakat|Download]] | |||
|- | |||
|Laporan Narasi | |||
|: | |||
|Download | |||
|} | |||
== Kepemimpinan Perempuan di Akar Rumput/Komunitas; Pengalaman Kerja-kerja Jaringan KUPI == | == Kepemimpinan Perempuan di Akar Rumput/Komunitas; Pengalaman Kerja-kerja Jaringan KUPI == | ||