Lompat ke isi

Nihayatul Wafiroh: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Nihayatul Wafiroh|birth_date=Banyuwangi, 15 Desember 1979|image=Berkas:LogKupipedia (1).png|imagesize=220px|known for=*Genealogy of Islamic Fatay...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person|name=Nihayatul Wafiroh|birth_date=Banyuwangi, 15 Desember 1979|image=Berkas:LogKupipedia (1).png|imagesize=220px|known for=*Genealogy of Islamic Fatayat Politics in the Era of Soekarno and Soeharto: a Feminist Studies on Organizational History (jurnal) & Pesantren, Women Agency and Arranged Marriages in Indonesia (jurnal)|occupation=*Anggota DPR RI Periode 2019-2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa untuk Jawa Timur III.
{{Infobox person|name=Nihayatul Wafiroh|birth_date=Banyuwangi, 15 Desember 1979|image=Berkas:NihayatulWafiroh.jpg|imagesize=220px|known for=*Genealogy of Islamic Fatayat Politics in the Era of Soekarno and Soeharto: a Feminist Studies on Organizational History (jurnal) & Pesantren, Women Agency and Arranged Marriages in Indonesia (jurnal)|occupation=*Anggota DPR RI Periode 2019-2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa untuk Jawa Timur III.
*Dosen Institut Agama Islam Darussalam (2004-sekarang)
*Dosen Institut Agama Islam Darussalam (2004-sekarang)
*Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (2019-sekarang)
*Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (2019-sekarang)
Baris 10: Baris 10:
Ia mengenyam pendidikan di SD  Darussalam (Blokagung) dan melanjutkan pendidikan di MTs Al-Amiriyah (Blokagung). Setelah menamatkan pendidikan MTs dengan gemilang, ia melanjutkan pendidikan di MA Al-Amiriyah, Blokagung. Pasca dinyatakan lulus dari MA, perempuan yang memiliki minat belajar akademik ini dinikahkan dengan lelaki pilihan keluarga. Demi bakti kepada kedua orang tua, Nihayatul yang masih belia ikhlas menerima perjodohan dengan syarat. Syarat yang ia ajukan adalah ia harus diberi ijin untuk melanjutkan pengembaraan ilmiah. Syarat ini pun disetujui oleh pihak keluarga. Dengan demikian, Nihayatul merupakan cucu perempuan pertama yang menempuh pendidikan tinggi. Antara merasa bimbang dan bungah, perempuan dengan gaya bicara lugas ini pun melanjutkan studi S1 di IAIN, Sunan Kalijaga Yogyakarta pada jurusan tafsir hadis.  
Ia mengenyam pendidikan di SD  Darussalam (Blokagung) dan melanjutkan pendidikan di MTs Al-Amiriyah (Blokagung). Setelah menamatkan pendidikan MTs dengan gemilang, ia melanjutkan pendidikan di MA Al-Amiriyah, Blokagung. Pasca dinyatakan lulus dari MA, perempuan yang memiliki minat belajar akademik ini dinikahkan dengan lelaki pilihan keluarga. Demi bakti kepada kedua orang tua, Nihayatul yang masih belia ikhlas menerima perjodohan dengan syarat. Syarat yang ia ajukan adalah ia harus diberi ijin untuk melanjutkan pengembaraan ilmiah. Syarat ini pun disetujui oleh pihak keluarga. Dengan demikian, Nihayatul merupakan cucu perempuan pertama yang menempuh pendidikan tinggi. Antara merasa bimbang dan bungah, perempuan dengan gaya bicara lugas ini pun melanjutkan studi S1 di IAIN, Sunan Kalijaga Yogyakarta pada jurusan tafsir hadis.  


Perjalanan pengembaraan di dunia akademik meluaskan cakrawala dan menjernihkan pikiran. Hingga ketika perkawinan goncang, ia memutuskan untuk menyelesaikan pernikahan. Beruntung, kedua orang tua memberikan dukungan dan memahami keputusannya.  Titik ini adalah titik tolak pemikiran kritis Nihayatul dalam hal kesetaraan dan keadilan gender. Berkaca pada medan pengalamannya sebagai seorang perempuan, ia mulai tertarik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perjuangan keseteraan dan keadilan hakiki. Meski separuh sayapnya terluka, ia tetap melanjutkan perjalanan dengan tabah dan gigih. Selepas menyelesaikan pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN Sunan Kalijaga), Nihayatul melanjutkan pendidikan S2 di  Universitas of Hawai, Moana pada fokus kajian Amerika Asian Studies. Bahkan, Nihayatul juga melanjutkan studi S3 di ICRS UGM Yogyakarta. Disertasinya yang berjudul, “Women’s Agency in Arranged Marriages Within The Context of Pesantrean” mengantarkannya meraih gelar doktor.  
Perjalanan pengembaraan di dunia akademik meluaskan cakrawala dan menjernihkan pikiran. Hingga ketika perkawinan goncang, ia memutuskan untuk menyelesaikan pernikahan. Beruntung, kedua orang tua memberikan dukungan dan memahami keputusannya.  Titik ini adalah titik tolak pemikiran kritis Nihayatul dalam hal kesetaraan dan keadilan gender. Berkaca pada medan pengalamannya sebagai seorang perempuan, ia mulai tertarik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perjuangan keseteraan dan [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]]. Meski separuh sayapnya terluka, ia tetap melanjutkan perjalanan dengan tabah dan gigih. Selepas menyelesaikan pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN Sunan Kalijaga), Nihayatul melanjutkan pendidikan S2 di  Universitas of Hawai, Moana pada fokus kajian Amerika Asian Studies. Bahkan, Nihayatul juga melanjutkan studi S3 di ICRS UGM Yogyakarta. Disertasinya yang berjudul, “Women’s Agency in Arranged Marriages Within The Context of Pesantrean” mengantarkannya meraih gelar doktor.  


== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==