Shulhah Syarifah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Shulhah Syarifah|birth_date=Sumenep, 27 Agustus 1978|image=Berkas:LogKupipedia (1).png|imagesize=220px|known for=* . . . * . . .|occupation=* . ....' |
|||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
== Keterlibatan dengan KUPI == | == Keterlibatan dengan KUPI == | ||
Perihal keterlibatan kupi, Shulhah sudah mengikuti dari [[KUPI]] I di Cirebon saat itu. Ia menyadari bahwa forum KUPI ini merupakan berkumpulnya kader perempuan yang hebat dan kuat baik nasional dan internasional. Pertemuan di KUPI ini sangat memberikan banyak dampak positif baginya, sekalipun ia tidak merekamnya dalam tulisan tapi dengan nilai-nilai, prinsip, dan poin idealisme yang ia dapatkan mampu menumbuhkan pandangannya bagaimana menjadi leader baik untuk diri sendiri maupun lingkungan masyarakat. Harapan kedepan terkait KUPI ini bisa membangkitkan penyadaran tentang keberadaan perempuan yang sudah ada sejak zaman Rasulullah. Seperti di lingkungan pesantren peran Bu Nyai sangat krusial tidak hanya dalam hal mendidik santri, melainkan juga dalam hal manajemen keuangan, program dan lainnya. Sehingga perempuan harus bisa menggeluti domestic maupun public dengan mengedepankan pembagian peran agar tidak double burden. | Perihal keterlibatan kupi, Shulhah sudah mengikuti dari [[KUPI]] I di Cirebon saat itu. Ia menyadari bahwa forum KUPI ini merupakan berkumpulnya kader perempuan yang hebat dan kuat baik nasional dan internasional. Pertemuan di KUPI ini sangat memberikan banyak dampak positif baginya, sekalipun ia tidak merekamnya dalam tulisan tapi dengan nilai-nilai, prinsip, dan poin idealisme yang ia dapatkan mampu menumbuhkan pandangannya bagaimana menjadi leader baik untuk diri sendiri maupun lingkungan masyarakat. Harapan kedepan terkait KUPI ini bisa membangkitkan penyadaran tentang keberadaan perempuan yang sudah ada sejak zaman Rasulullah. Seperti di lingkungan pesantren peran Bu Nyai sangat krusial tidak hanya dalam hal mendidik santri, melainkan juga dalam hal manajemen keuangan, program dan lainnya. Sehingga perempuan harus bisa menggeluti domestic maupun public dengan mengedepankan pembagian peran agar tidak double burden. | ||
{| | {| | ||
|'''Penulis''' | |'''Penulis''' | ||