Lompat ke isi

Maimanah Ghazali: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Mutmainnah|birth_date=Camba, 27 Maret 1994|image=Berkas:LogKupipedia (1).png|imagesize=220px|known for=* . . . * . . .|occupation=*Dosen STAI DDI...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 2: Baris 2:
* . . .|occupation=*Dosen STAI DDI Mangkoso
* . . .|occupation=*Dosen STAI DDI Mangkoso
*Anggota PC Fatayat NU Maros
*Anggota PC Fatayat NU Maros
*Pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso}}'''[[Mutmainnah]]'''
*Pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso}}'''Maimanah'''. Untuk membedakan dengan Maimanah-Maimanah lainnya, ia membubuhkan nama ayahnya di belakangnya, jadilah nama lengkapnya Maimanah Ghazali.


Maimanah Ghazali
Setelah lebih dari 20 tahun menuntaskan studi masternya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bidang studi agama dan filsafat (1997-1999), ia kembali belajar secara formal untuk menuntaskan jenjang pendidikannya, yaitu doktoral, dua UIN Antasari Banjarmasin, almamaternya saat menempuh studi sarjana. Kali ini, ia fokus dalam studi [[Hukum Keluarga|hukum keluarga]]. Sementara jenjang pendidikan sarjananya muamalah jinayat (1992-1997).
 
Data Diri
 
Namanya Maimanah. Untuk membedakan dengan Maimanah-Maimanah lainnya, ia membubuhkan nama ayahnya di belakangnya, jadilah nama lengkapnya Maimanah Ghazali.
 
Setelah lebih dari 20 tahun menuntaskan studi masternya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bidang studi agama dan filsafat (1997-1999), ia kembali belajar secara formal untuk menuntaskan jenjang pendidikannya, yaitu doktoral, dua UIN Antasari Banjarmasin, almamaternya saat menempuh studi sarjana. Kali ini, ia fokus dalam studi hukum keluarga. Sementara jenjang pendidikan sarjananya muamalah jinayat (1992-1997).


Tak ada pertentangan baginya untuk melanjutkan studi. Bahkan, ia sangat didukung keluarganya, khususnya sang suami. Pendidikannya yang tinggi mengantarkannya duduk sebagai pengajar di almamaternya, UIN Antasari Banjarmasin. Ia bahkan pernah menjadi sekretaris program studi. Namun, kesibukannya sebagai ibu rumah tangga membuatnya tidak lagi aktif menjabat karena khawatir salah satunya menjadi terbengkalai.
Tak ada pertentangan baginya untuk melanjutkan studi. Bahkan, ia sangat didukung keluarganya, khususnya sang suami. Pendidikannya yang tinggi mengantarkannya duduk sebagai pengajar di almamaternya, UIN Antasari Banjarmasin. Ia bahkan pernah menjadi sekretaris program studi. Namun, kesibukannya sebagai ibu rumah tangga membuatnya tidak lagi aktif menjabat karena khawatir salah satunya menjadi terbengkalai.
Baris 22: Baris 16:
Ia memiliki berbagai pengalaman terkait isu-isu Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), baik dari sisi latar belakang studinya maupun dinamika yang berkembang di lingkungannya. Hal itu yang mendekatkan dan membuatnya hadir pada KUPI 2 di Jawa Tengah.
Ia memiliki berbagai pengalaman terkait isu-isu Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), baik dari sisi latar belakang studinya maupun dinamika yang berkembang di lingkungannya. Hal itu yang mendekatkan dan membuatnya hadir pada KUPI 2 di Jawa Tengah.


Keulamaan Perempuan
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
 
Dunia Maimanah terbelah dalam tiga dimensi, yakni pesantren, kampus, dan rumah. Sebagai perempuan Banjar, ia tak bisa melepaskan diri dari dunia domestik di dalam rumahnya. Saban pagi, ia sudah harus menyiapkan masakan untuk sarapan dan makan siang. Penataan dalam rumah juga tidak terlepas dari tangannya, meskipun ia sendiri disibukkan dengan dunia lain di luarnya, yaitu kampus dan pesantren. Soal pesantren, memang dirinya tidak terlibat secara langsung di dalamnya. Sebab, sudah ada anggota keluarga lain yang fokus untuk meneruskan perjuangan orang tuanya. Sementara ia memilih rumah dan kampus sebagai prioritasnya.
Dunia Maimanah terbelah dalam tiga dimensi, yakni pesantren, kampus, dan rumah. Sebagai perempuan Banjar, ia tak bisa melepaskan diri dari dunia domestik di dalam rumahnya. Saban pagi, ia sudah harus menyiapkan masakan untuk sarapan dan makan siang. Penataan dalam rumah juga tidak terlepas dari tangannya, meskipun ia sendiri disibukkan dengan dunia lain di luarnya, yaitu kampus dan pesantren. Soal pesantren, memang dirinya tidak terlibat secara langsung di dalamnya. Sebab, sudah ada anggota keluarga lain yang fokus untuk meneruskan perjuangan orang tuanya. Sementara ia memilih rumah dan kampus sebagai prioritasnya.


Baris 62: Baris 55:
“Ketika suami saya kental Muhammadiyah, jadi saya tidak terlalu masalah. Keluarga tidak masalah. Kakak saya di Majelis Tarjih Muhammadiyah. Di MUI juga. Yang agak khawatir ibu, terutama kalau meninggal tidak dihaulin loh, jadi banyak-banyak punya sangu karena tidak haul,” katanya.
“Ketika suami saya kental Muhammadiyah, jadi saya tidak terlalu masalah. Keluarga tidak masalah. Kakak saya di Majelis Tarjih Muhammadiyah. Di MUI juga. Yang agak khawatir ibu, terutama kalau meninggal tidak dihaulin loh, jadi banyak-banyak punya sangu karena tidak haul,” katanya.


Karya-karya
== Karya-karya ==
 
# Konsep Diri Muslimah Bercadar (Buku ; Hasil Penelitian)
# Konsep Diri Muslimah Bercadar (Buku ; Hasil Penelitian)
# Toleransi Beragama Perspektif Salafi (Hasil Penelitian)
# Toleransi Beragama Perspektif Salafi (Hasil Penelitian)
Baris 75: Baris 67:
# Profil Desa Binaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Study pada Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
# Profil Desa Binaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Study pada Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.


Daftar Bacaan lanjutan
== Daftar Bacaan lanjutan ==
 
Google Scholar Maimanah <nowiki>https://scholar.google.co.id/citations?user=V23_ajwAAAAJ&hl=en</nowiki>
Google Scholar Maimanah <nowiki>https://scholar.google.co.id/citations?user=V23_ajwAAAAJ&hl=en</nowiki>