Sejarah KUPI: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
Dengan inisiatif serupa, Yayasan [[Fahmina]] juga menyelenggarakan Dawrah [[Fiqh]] Perempuan (mulai tahun 2003), Dawrah Kader Ulama Pesantren (mulai tahun 2005), dan terakhir Dawrah Kader Ulama Perempuan (mulai tahun 2018). Ada ratusan alumni Dawrah Fahmina ini dari berbagai daerah Indonesia, khusus [[DKUP]] yang terakhir, yang dimulai tahun 2018, sudah meloloskan 121 kader ulama perempuan, yang senior para pengasuh utama, maupun kalangan muda pesantren. | Dengan inisiatif serupa, Yayasan [[Fahmina]] juga menyelenggarakan Dawrah [[Fiqh]] Perempuan (mulai tahun 2003), Dawrah Kader Ulama Pesantren (mulai tahun 2005), dan terakhir Dawrah Kader Ulama Perempuan (mulai tahun 2018). Ada ratusan alumni Dawrah Fahmina ini dari berbagai daerah Indonesia, khusus [[DKUP]] yang terakhir, yang dimulai tahun 2018, sudah meloloskan 121 kader ulama perempuan, yang senior para pengasuh utama, maupun kalangan muda pesantren. | ||
[[Alimat]], sebuah perhimpunan para individu dan lembaga yang meyakini keadilan relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam, juga memiliki inisiatif serupa sejak tahun 2009, walau dengan intensitas yang lebih kecil dibanding Rahima dan Fahmina. Berbagai lembaga dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Padang, Lampung, Banjarmasin, Jakarta, Banten, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Jombang, Makassar, dan Mataram Nusa Tenggara Barat, juga melakukan berbagai inisiatif serupa, dengan kekhasannya masing-masing, yang kemudian bermuara pada perhelatan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] yang pertama kali diadakan di Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy]] Cirebon pada tahun 2017. | [[Alimat]], sebuah perhimpunan para individu dan lembaga yang meyakini keadilan [[Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Islam|relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam]], juga memiliki inisiatif serupa sejak tahun 2009, walau dengan intensitas yang lebih kecil dibanding Rahima dan Fahmina. Berbagai lembaga dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Padang, Lampung, Banjarmasin, Jakarta, Banten, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Jombang, Makassar, dan Mataram Nusa Tenggara Barat, juga melakukan berbagai inisiatif serupa, dengan kekhasannya masing-masing, yang kemudian bermuara pada perhelatan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] yang pertama kali diadakan di Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy]] Cirebon pada tahun 2017. | ||
=== Inisiatif Kegiatan Kongres === | === Inisiatif Kegiatan Kongres === | ||
Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang pertama tahun 2017 di Cirebon diselenggarakan atas inisiatif dan kerjasama tiga lembaga yang secara khusus memiliki perhatian pada pengkaderan ulama perempuan. Yaitu Rahima, Fahmina, dan Alimat. Inisiatif awal datang dari Rahima saat dipimpin [[AD. Eridani]]. Ide awalnya adalah mengumpulkan para alumni Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) Rahima. Ide reuni alumni PUP ini, ketika digulirkan ke berbagai pihak, disambut antusias. Bahkan, banyak usulan agar memperlebar kepesertaan: tidak hanya untuk alumni PUP Rahima. | Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang pertama tahun 2017 di Cirebon diselenggarakan atas inisiatif dan kerjasama tiga lembaga yang secara khusus memiliki perhatian pada [[Pengkaderan Ulama Perempuan|pengkaderan ulama perempuan]]. Yaitu Rahima, Fahmina, dan Alimat. Inisiatif awal datang dari Rahima saat dipimpin [[AD. Eridani]]. Ide awalnya adalah mengumpulkan para alumni Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) Rahima. Ide reuni alumni PUP ini, ketika digulirkan ke berbagai pihak, disambut antusias. Bahkan, banyak usulan agar memperlebar kepesertaan: tidak hanya untuk alumni PUP Rahima. | ||
Pada pertengahan tahun 2014, mba Dani (sapaan Direktur Rahima AD. Eridani) bersama Bang Helmi (KH. Helmi Aly Yafie) berkunjung ke Cirebon pada peringatan 100 hari wafat Nyai Hj. Aliyatul Himmah, PP Dar al-[[Tauhid]] Arjawinangun Cirebon. Dalam kunjungan ini, mba Dani dan Bang Helmi menyambangi rumah [[Faqihuddin Abdul Kodir]], biasa disapa Kang Faqih, di daerah Klayan Cirebon. Di rumah Kang Faqih, di Kebon Mangga depan rumahnya, diadakan pembicaraan lebih serius mengenai rencana reuni alumni PUP Rahima itu. Dalam pertemuan ini, Kang Faqih menegaskan pelebaran kepesertaan, sebagaimana usulan banyak pihak juga. Pertemuan ini mengusulkan dan menyepakati ide kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia. | Pada pertengahan tahun 2014, mba Dani (sapaan Direktur Rahima AD. Eridani) bersama Bang Helmi (KH. Helmi Aly Yafie) berkunjung ke Cirebon pada peringatan 100 hari wafat Nyai Hj. Aliyatul Himmah, PP Dar al-[[Tauhid]] Arjawinangun Cirebon. Dalam kunjungan ini, mba Dani dan Bang Helmi menyambangi rumah [[Faqihuddin Abdul Kodir]], biasa disapa Kang Faqih, di daerah Klayan Cirebon. Di rumah Kang Faqih, di Kebon Mangga depan rumahnya, diadakan pembicaraan lebih serius mengenai rencana reuni alumni PUP Rahima itu. Dalam pertemuan ini, Kang Faqih menegaskan pelebaran kepesertaan, sebagaimana usulan banyak pihak juga. Pertemuan ini mengusulkan dan menyepakati ide kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia. | ||
| Baris 33: | Baris 33: | ||
Kongres KUPI pertama di Cirebon diselenggarakan oleh tiga lembaga: Fahmina, Rahima, dan Alimat. Ketiganya bekerjasama langsung dengan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon, sebagai tempat Kongres, dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sebagai tempat Konferensi Internasional. Dalam proses dan pelaksanaan, beberapa lembaga terlibat sebagai pendukung acara-acara spesifik, seperti Kementerian Agama RI, [[AMAN Indonesia]], Pekka, Migrant Care, STID al-Biruni, Forum Pengada Layanan, Komnas Perempuan, [[Rumah Kitab]], dan LBH APIK. | Kongres KUPI pertama di Cirebon diselenggarakan oleh tiga lembaga: Fahmina, Rahima, dan Alimat. Ketiganya bekerjasama langsung dengan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon, sebagai tempat Kongres, dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sebagai tempat Konferensi Internasional. Dalam proses dan pelaksanaan, beberapa lembaga terlibat sebagai pendukung acara-acara spesifik, seperti Kementerian Agama RI, [[AMAN Indonesia]], Pekka, Migrant Care, STID al-Biruni, Forum Pengada Layanan, Komnas Perempuan, [[Rumah Kitab]], dan LBH APIK. | ||
Lebih khusus, AMAN Indonesia telah berkontribusi menghadirkan kolega dari mancanegara. Lembaga dan instansi tertentu, seperti BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Cirebon, dan Puskesmas Palimanan Cirebon juga telah ambil bagian penting dalam kegiatan-kegiatan sosial pendukung. Beberapa lembaga donor negara-negara mitra Indonesia juga berkontribusi, baik melalui lembaga-lembaga tersebut di atas maupun langsung kepada narasumber dan peserta. Dukungan khusus secara sukarela juga diberikan tim kreatif [[Jaringan]] Gusdurian dan tim media dari Setara Institute yang bekerja sangat keras dan berdedikasi. Beberapa individu juga ikut berjasa memberikan sumbangan secara khusus, seperti Bapak Wakil Presiden RI, H. Jusuf Kalla, Bapak Brigjend TNI Dudung Abdurrahman, Ibu GKR Hemas, Ibu Netty Heryawan, Ibu [[Nihayatul Wafiroh]], dan banyak lagi yang lain. | Lebih khusus, AMAN Indonesia telah berkontribusi menghadirkan kolega dari mancanegara. Lembaga dan instansi tertentu, seperti BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Cirebon, dan Puskesmas Palimanan Cirebon juga telah ambil bagian penting dalam kegiatan-kegiatan sosial pendukung. Beberapa lembaga donor negara-negara mitra Indonesia juga berkontribusi, baik melalui lembaga-lembaga tersebut di atas maupun langsung kepada narasumber dan peserta. Dukungan khusus secara sukarela juga diberikan tim kreatif [[Jaringan]] [[GUSDURian|Gusdurian]] dan tim media dari Setara Institute yang bekerja sangat keras dan berdedikasi. Beberapa individu juga ikut berjasa memberikan sumbangan secara khusus, seperti Bapak Wakil Presiden RI, H. Jusuf Kalla, Bapak Brigjend TNI Dudung Abdurrahman, Ibu GKR Hemas, Ibu Netty Heryawan, Ibu [[Nihayatul Wafiroh]], dan banyak lagi yang lain. | ||
Pada awal pembukaan pendaftaran, sangat sedikit sekali yang berminat untuk hadir menjadi peserta Kongres KUPI pertama. Bahkan, para alumni PUP Rahima saja, tidak lebih dari 100 orang yang bersedia hadir sebagai peserta penuh. Setelah sosialisasi yang cukup masif, terutama di akhir sebelum penutupan, pendaftarnya tembus pada angka 1.280. Beberapa orang hadir tanpa mendaftar terlebih dahulu. Karena keterbatasan fasilitas, yang diterima adalah 700 orang. Sementara yang hadir dan mengisi absensi berjumlah 519 orang sebagai peserta aktif dan 131 orang sebagai peserta pengamat, baik dari Indonesia maupun mancanegara. | Pada awal pembukaan pendaftaran, sangat sedikit sekali yang berminat untuk hadir menjadi peserta Kongres KUPI pertama. Bahkan, para alumni PUP Rahima saja, tidak lebih dari 100 orang yang bersedia hadir sebagai peserta penuh. Setelah sosialisasi yang cukup masif, terutama di akhir sebelum penutupan, pendaftarnya tembus pada angka 1.280. Beberapa orang hadir tanpa mendaftar terlebih dahulu. Karena keterbatasan fasilitas, yang diterima adalah 700 orang. Sementara yang hadir dan mengisi absensi berjumlah 519 orang sebagai peserta aktif dan 131 orang sebagai peserta pengamat, baik dari Indonesia maupun mancanegara. | ||
| Baris 49: | Baris 49: | ||
Deskripsi kegiatan-kegiatan Kongres kedua ini bisa dilihat di entri '''[[Proses Kongres 2]]''', sementara hasil-hasilnya bisa dikunjungi di entri '''[[Hasil Kongres 2]]'''. Ada juga entri-entri lain yang bisa dikunjungi untuk mengenali Kegiatan Kongres KUPI pertama ini secara lebih mendalam. Yaitu, '''[[Dokumen Kongres 2]]''' berisi dokumen-dokumen pendukung''', [[Refleksi Kongres 2]]''' berisi tuilsan-tulisan lepas paska kegiatan Kongres''', [[Diskursus Kongres 2]]''' berisi opini akademik''', [[Berita Kongres 2]]''' berisi berita-berita dari berbagai media tentang perhelatan Kongres''', dan [[Galeri Kongres 2]]''' berisi foto-foto kegiatan'''.''' | Deskripsi kegiatan-kegiatan Kongres kedua ini bisa dilihat di entri '''[[Proses Kongres 2]]''', sementara hasil-hasilnya bisa dikunjungi di entri '''[[Hasil Kongres 2]]'''. Ada juga entri-entri lain yang bisa dikunjungi untuk mengenali Kegiatan Kongres KUPI pertama ini secara lebih mendalam. Yaitu, '''[[Dokumen Kongres 2]]''' berisi dokumen-dokumen pendukung''', [[Refleksi Kongres 2]]''' berisi tuilsan-tulisan lepas paska kegiatan Kongres''', [[Diskursus Kongres 2]]''' berisi opini akademik''', [[Berita Kongres 2]]''' berisi berita-berita dari berbagai media tentang perhelatan Kongres''', dan [[Galeri Kongres 2]]''' berisi foto-foto kegiatan'''.''' | ||
== Dekade 1980 == | |||
{{columns-list|colwidth=35em| | |||
<DynamicPageList> | |||
category = Sejarah KUPI Dekade 1980 | |||
mode = ordered | |||
ordermethod = sortkey | |||
order = ascending | |||
</DynamicPageList> | |||
}} | |||
== Dekade 1990 == | |||
{{columns-list|colwidth=35em| | |||
<DynamicPageList> | |||
category = Sejarah KUPI Dekade 1990 | |||
mode = ordered | |||
ordermethod = sortkey | |||
order = ascending | |||
</DynamicPageList> | |||
}} | |||
== Dekade 2000 == | |||
{{columns-list|colwidth=35em| | |||
<DynamicPageList> | |||
category = Sejarah KUPI Dekade 2000 | |||
mode = ordered | |||
ordermethod = sortkey | |||
order = ascending | |||
</DynamicPageList> | |||
}} | |||
== Dekade 2010 == | |||
{{columns-list|colwidth=35em| | |||
<DynamicPageList> | |||
category = Sejarah KUPI Dekade 2010 | |||
mode = ordered | |||
ordermethod = sortkey | |||
order = ascending | |||
</DynamicPageList> | |||
}} | |||