Hijrah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 34: | Baris 34: | ||
Padahal, hijrah sederhananya adalah bertaubat. Cukup dengan mengakui dosa kepada Allah dan kesalahan kepada sesama, memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada sesama, lalu berjanji untuk tidak mengulanginya sembari senantiasa memperbaiki kualitas ibadah dan muamalah. Tak perlu berlebihan sampai mengingkari sesuatu yang sebenarnya tak dipermasalahkan oleh syariat hingga membuatnya terjebak pada paham takfiri yang dalam istilah’ syara’ disebut dengan ''al-ghuluw fi ad-din'' (berlebih-lebihan dalam beragama). | Padahal, hijrah sederhananya adalah bertaubat. Cukup dengan mengakui dosa kepada Allah dan kesalahan kepada sesama, memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada sesama, lalu berjanji untuk tidak mengulanginya sembari senantiasa memperbaiki kualitas ibadah dan muamalah. Tak perlu berlebihan sampai mengingkari sesuatu yang sebenarnya tak dipermasalahkan oleh syariat hingga membuatnya terjebak pada paham takfiri yang dalam istilah’ syara’ disebut dengan ''al-ghuluw fi ad-din'' (berlebih-lebihan dalam beragama). | ||
''Penulis: Nurun Sariyah'' | |||
----<references /> | ----<references /> | ||
[[Kategori:Konsep Kunci]] | [[Kategori:Konsep Kunci]] | ||