Lompat ke isi

2020 Qira’ah Mubadalah Dan Arah Kemajuan Tafsir Adil Gender: Aplikasi Prinsip Resiprositas Terhadap Alquran Surah Ali Imran: 14: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=MUASARAH; Jurnal Kajian Islam Kontemporer|isbn=2828-7746|pub_date=2020-07-21|cover_artist=|pag...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=MUASARAH; Jurnal Kajian Islam Kontemporer|isbn=2828-7746|pub_date=2020-07-21|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 1 (2020): Juli|author=|title_orig=MUASARAH; Jurnal Kajian Islam Kontemporer}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Muasarah vol2 no1.jpg|italic title=MUASARAH; Jurnal Kajian Islam Kontemporer|isbn=2828-7746|pub_date=2020-07-21|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 1 (2020): Juli|author=|title_orig=MUASARAH; Jurnal Kajian Islam Kontemporer}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
Baris 15: Baris 15:
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1783 Konsep Nusyuz dalam Khi dan Penyelesainya Prespektif Mubadalah]''
|''[https://doi.org/10.18592/msr.v2i1.3655 Qira’ah Mubadalah Dan Arah Kemajuan Tafsir Adil Gender: Aplikasi Prinsip Resiprositas Terhadap Alquran Surah Ali Imran: 14]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| ''Jamilatul Nuril Azizah (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta)''
| ''Anisah Dwi Lastri P (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''Abstrak'''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128).  Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Isu-isu diskriminasi terhadap perempuan bukanlah hal baru yang muncul dalam sejarah kemanusiaan. Tercatat bahwa diskriminasi ini telah muncul sejak zaman pra-Islam. Islam yang rahmatan li al-alamin melalui pesan al-Qnr’an memberikan nafas baru bagi perempuan untuk lebih leluasa menyuarakan hak-haknya yang sebelumnya termarginalkan. Pergulatan kemanusiaan perempuan yang sebelumnya begitu kaku dan memforsir kewajiban perempuan tanpa memerhatikan hak-haknya menjadi lebih fleksibel. Namun demikian batu loncatan yang dibuat Islam tak serta merta secara mutlak. Hal ini terlihat dari beberapa ayat-ayat al-Qnr’an yang seolah menempagkan lelaki sebagai snperiorigas sehingga sering muncul tafsir yang terkesan maskulin. Aplikasi tafsir ini pun banyak yang telah masyhur dan seolah kembali mengulang diskriminasi terhadap perempuan. Salah satu ayat yang sering ditafsirkan secara seksis adalah Q. S. Ali Imran: 34 yang menempatkan perempuan sebagai perhiasan dunia bagi lelaki tanpa melihat posisi lelaki di mata perempuan. Gagasan qila’ah mjbada1ah memberikan angin segar terhadap penafsiran seksis yang terkesan bias gender dan memberikan tawaran baru terhadap gaya penafsiran khususnya ayat-ayat yang seolah dituju untuk satu subjek saja. Dengan perspektif [[mubadalah]] atau prinsip resiprositas, penafsiran terhadap Ali Imran: 14 menghasilkan dua gagasan ingi, (1) kednança memiliki kemnngkinan çang sama menjadi “godaan” sagn sama lain, (2) kednança harns menjaga diri dari godaan dunia. Tulisan ini berusaha mengaplikasikan teori mubadalah terhadap Ali Imran: 14 sebagai upaya aplikasi tafsir yang berkemajuan dan adil gender.


'''''Abstract'''''


''The issues of discrimination against women are not new in the history of humanity. It is noted that this discrimination has existed since pre-Islamic. Islam, with the rahmatan li al-alamin’s concepg, gaee nee breagh so as go speak gheir preeionslç marginalized righgs ghrongh ghe Holç message. The eomen’s hnmanigarian sgrnggle ghag had been so rigid and focnsed on eomen’s obligagion eighong regard for gheir righgs became more flexible. Bng ghis sgepping-stone that was built by Islam is not necessarily a prerequisite. This is seen in a number of qur 'an verses that seem to place a man as superiority so that often the masculine interpreters appear. This too has a great renown interpretation and has repeated discrimination against women. One of the most sexist texts that is Q. S. Ali Imran: 34 that places women as world jewelry for men without seeing the position of man in women's eyes. The qira 'ah mubadalah notion of giving a fresh breeze to sexist interpretations and making new offers to interpretation styles in particular that are meant to be meant for one subject only. With the mubadalah’s perspecgiee or ghe reciprocigç’s principle, ghe ingerpregagion of Ali Imran: 14 resnlgs in geo cengral ideas, (1) both have the same possibility as being "temptation" to one another, (2) both have to keep themselves from the temptations of the world. This paper is trying to apply the mubadalah theory to Ali Imran :14 in the attempt of the new tafsir and gender-fair application.''








'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1783'''''
 
 
'''''Keywords:''' Mubadalah, Justice, Tafsir, Keadilan''
 
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.18592/msr.v2i1.3655'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]