Lompat ke isi

2023 Postgender Fiqh: The Views of MUI’s and KUPI’s Ulema on Postgenderism from Maqaṣid Shariah Perspective: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial|isbn=2442-3084|pub_date=2023-06-05|cover_artist=|pag...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial|isbn=2442-3084|pub_date=2023-06-05|cover_artist=|pages=|series=VOL. 18 NO. 1 (2023)|author=|title_orig=Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Alihkam vol18 no1.jpg|italic title=Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial|isbn=2442-3084|pub_date=2023-06-05|cover_artist=|pages=|series=VOL. 18 NO. 1 (2023)|author=|title_orig=Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
Baris 23: Baris 23:
'''Abstract'''
'''Abstract'''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
This study aims to formulate the paradigm of ''[[fiqh]]'' (Islamic law) in predicting various impacts of postgenderism by exploring postgender preferences according to MUI (Indonesian Council of Ulema) and [[KUPI]] (Indonesian Women Ulema Congress) scholars. This qualitative research begins with examining the perceptions of ''ulema'' (Muslim scholars) of both organizations regarding postgenderism. Primary data about perceptions and preferences on postgenderism were explored through in-depth interviews with four ''ulema'', two from each organization. Secondary data were obtained through literature exploration from primary books and articles on postgender. Data analysis techniques employed spiral analysis equipped with content, comparative, and critical analysis. The findings show that: 1) based on ''maqāṣid sharī'ah'' (Islamic laws’ objectives), the ''ulema'' view that postgender ideologies and movement threaten human existence and risk the establishment of ''ḥifẓ al-dīn'', ''ḥifẓ al-nasl'' and ''ḥifẓ al-‘irḍ'' (preserving one’s religion, offspring, and dignity respectively) and 2) postgenderism is considered as an ideology that allegedly violates ''sunnatullah'' (God’s laws) and threatens human existence and humanity. Therefore, every activity, facility, infrastructure, and opportunity born from it that threatens the existence of humanity must be avoided as much as possible. One of the preventive paradigms against postgenderism is formulated through ''uṣūl fiqh iftirāḍi'' (preventive Islamic law’s fundament) method as an anticipatory ''ijtihād'' (intellectual exercise) towards its various possible harms.


'''''Keywords:''' KUPI; Maqāṣid Sharī’ah; MUI; Postgenderism; Uṣūl Fiqh Iftirāḍi''






'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v18i1.7313'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v18i1.7313'''''