Lompat ke isi

2017 Analisis Konseling Resiprokal untuk Meningkatkan Sensitifitas Gender Pada Pasangan Suami Istri (Kajian Bimbingan Konseling Islam Faqihuddin Abdul Kodir): Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam|isbn=2549-8738|pub_date=2017-12-01|cover_artist=|pages=|s...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 15: Baris 15:
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://doi.org/10.29080/jbki.2017.7.2.137-152 Analisis Konseling Resiprokal untuk Meningkatkan Sensitifitas Gender Pada Pasangan Suami Istri (Kajian Bimbingan Konseling Islam Faqihuddin Abdul Kodir)]''
|''[https://jurnalfdk.uinsa.ac.id/index.php/jbki/article/view/421 Analisis Konseling Resiprokal untuk Meningkatkan Sensitifitas Gender Pada Pasangan Suami Istri (Kajian Bimbingan Konseling Islam Faqihuddin Abdul Kodir)]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 21: Baris 21:
| ''Agus Santoso, Rafi Fauzan Al Baqi (UIN Sunan Ampel Surabaya)''
| ''Agus Santoso, Rafi Fauzan Al Baqi (UIN Sunan Ampel Surabaya)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istriKompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasarDari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnyaPerspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuzDengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128)Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''This  research  is  motivated  by  an  annual  record  conducted  by  the National  Commission  on  Violence  Against  Women  from  2005  to  2009  which illustrates a significant increase each year. Starting from this fact, it is necessary to protect  women  and  prevent  domestic  violence  through  counseling  guidanceThis research method is a qualitative method that aims at exploration and verification. In  this  study  data  were  obtained  through  interviews,  documentation, observation, and  counselingPresentation  and  analysis  of  data  is  done  by  descriptive  analytic. The study concluded that the counseling guidance conducted by [[Faqihuddin Abdul Kodir]] was relevant to the foundation and principles of Islamic counseling guidance. Then found the basic concept of counseling is; a) marriage as a contract of authority not  a  contract  of  ownership,  b) relationships  are  built  with  the  aim  of  creating mutual  prosperity  and  avoiding  harm, c)  good  relations  and  reciprocal  relations. The counseling  model  used  is  to  use  a  gender  equality  paradigm, goal-oriented, reciprocal relations between partners, and flexible interactions between counselor and client. The counseling process is carried out by mediating counselees who have differences in child care patterns and relationship mismatches. Interventions were conducted  with  counseling  interviews  using  guidelines  developed  in accordance with framing techniques. Until the results reciprocal counseling to increase gender sensitivity in married couples succeeded effectively.''


'''''Keywords:''' Islamic counseling guidance, reciprocal counseling, gender sensitivity.''


 
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://jurnalfdk.uinsa.ac.id/index.php/jbki/article/view/421'''''
 
 
 
'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''
 
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.29080/jbki.2017.7.2.137-152'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]