2016 Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an dan Hadits untuk meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam dalam Isu-isu Gender: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Islam Indonesia vol6 no2.jpg|italic title=Jurnal Islam - Indonesia|isbn=2089-4104|pub_date=2017-02-09|cover_artist=|page...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 21: | Baris 21: | ||
| ''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]'' | | ''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]'' | ||
|} | |} | ||
''' | '''Abstrak''' | ||
Bahasa Arab adalah ''gendered languaged'', atau bahasa yang membedakan laki-laki dan perempuan di semua jenis kata, baik kata benda, kata kerja, maupun kata ganti. [[Al-Qur’an]] dan [[Hadits]], sebagai teks yang menggunakan medium Bahasa Arab, tidak terlepas dari karakteristik ini yang sedikit banyak ikut menyumbang tafsir yang tidak adil gender. ''Mafhūm mubādalah'', yang berbarti perspektif resiprokal, melengkapi pendekatan yang selama ini sudah ada, yaitu ''tanshīsh'' (menyebut jenis kelamin tertentu) dan ''taghlīb'' (memasukkan perempuan pada kata/kalimat bentuk laki-laki). Sebagai perspektif, ia meniscayakan relasi ketersalingan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai metode baca teks, ia meniscayakan bahwa baik teks dalam bentuk laki-laki atau dalam bentuk perempuan, adalah tetap untuk keduanya, selama nilai yang dikandungnya bersifat universal dan lintas gender. | |||
'''''Keywords:''''' | |||
'''''Keywords:''' | |||
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28''''' | Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28''''' | ||