Lompat ke isi

2025 Comparative Analysis of the Opinions of Yusuf Al-Qaradawi and Faqihuddin Abdul Qadir on The Law of Polygamy: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Comparative Analysis of the Opinions of Yusuf Al-Qaradawi and Faqihuddin Abdul Qadir on The Law of Polygamy|isbn=2549-1075|pub_date=2025-07-30|series=Vol. 13 No 1 (2025): Juli 2025|author=* Nadia Aqila Brillianty ( UIN Sunan Ampel Surabaya)
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
* Zakiyatul Ulya ( UIN Sunan Ampel Surabaya)|title_orig=Comparative Analysis of the Opinions of Yusuf Al-Qaradawi and Faqihuddin Abdul Qadir on The Law of Polygamy|name=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1r4OpnGtmXpCcLvcvFa-TooUgLl3L4MNC/view?usp=drive_link Download PDF]|image_caption=[https://ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/ahkam/article/view/10480 AHKAM: Jurnal Hukum Islam]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/ahkam/article/view/10480 AHKAM: Jurnal Hukum Islam]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|Vol. 13 No 1 (2025): Juli 2025
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Nadia Aqila Brillianty, Zakiyatul Ulya
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|https://doi.org/10.21274/ahkam.2025.13.1.31-52
|-
|PDF
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1r4OpnGtmXpCcLvcvFa-TooUgLl3L4MNC/view?usp=drive_link Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''''Abstract'''''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
''Polygamy is one of the issues that often becomes a debate in the study of Islamic family law, both in terms of legality, ethics, and social aspects. This article aims to analyze the similarities and differences in the opinions of contemporary scholars, namely Yusuf Al-Qaradawi and Faqihuddin Abdul Qadir, regarding the legality of polygamy, including the legal basis and the interpretation of justice as its condition. This study is a literature review with documentation as the data collection technique and a comparative study as the analysis technique. The similarities between the two figures are that they both permit polygamy, use Surah An-Nisa verse 3 as the legal source for polygamy, and regard justice as the primary condition for allowing polygamy. The differences are that Yusuf Al-Qaradawi considers polygamy to be a solution, understands Surah An-Nisa verse 3 in isolation, and views justice in polygamy only in material terms such as financial support, housing, clothing, and time spent together. Meanwhile, Faqihuddin Abdul Qadir argues that polygamy cannot be seen as a solution as it potentially brings harm to the family, interprets Surah An-Nisa verse 3 not in isolation but in conjunction with the preceding and following verses, which are verses 2 and 4, and believes that justice in polygamy encompasses all aspects, including immaterial elements such as emotions.''


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Keywords:''''' ''The law of polygamy; Yusuf Al-Qaradawi; Faqihuddin Abdul Qadir, Justice in Polygamy''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]