2019 Manual Mubadalah: Ringkasan Konsep untuk Pelatihan Perspektif Kesalingan dalam Isu Gender dan Islam: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 19: | Baris 19: | ||
Termasuk, relasi kerjasama dan kesalingan antara generasi sekarang dengan yang akan datang, misalnya dalam bentuk komitmen kelestarian lingkungan dan alam. Bahwa apa yang diterima generasi saat ini dari alam, hasil komitmen generasi sebelum mereka, harus disalingkan dengan komitmen memberi untuk kelestarian alam, yang manfaatnya akan diiterima generasi berikutnya. Diharapkan akan muncul karya-karya, selain buku ini, mengenai relasi mubadalah yang lebih luas ini. | Termasuk, relasi kerjasama dan kesalingan antara generasi sekarang dengan yang akan datang, misalnya dalam bentuk komitmen kelestarian lingkungan dan alam. Bahwa apa yang diterima generasi saat ini dari alam, hasil komitmen generasi sebelum mereka, harus disalingkan dengan komitmen memberi untuk kelestarian alam, yang manfaatnya akan diiterima generasi berikutnya. Diharapkan akan muncul karya-karya, selain buku ini, mengenai relasi mubadalah yang lebih luas ini. | ||
Dosen Tafsir Sekolah Pascasarjana PTIQ Jakarta, Dr. Nur Rofiah, Bil, Uzm, sekaligus selaku editor buku ini menyampaikan, metode ‘mubadalah’ telah membantu mengatasi ketatnya aturan gender dalam bahasa Arab yang membuat teks-teks keislaman sangat maskulin menjadi seimbang. Cara baca ini telah memungkinkan lahirnya narasi Islam yang menempatkan laki-laki dan perempuan setara sebagai manusia. | Dosen Tafsir Sekolah Pascasarjana PTIQ Jakarta, Dr. [[Nur Rofiah]], Bil, Uzm, sekaligus selaku editor buku ini menyampaikan, metode ‘mubadalah’ telah membantu mengatasi ketatnya aturan gender dalam bahasa Arab yang membuat teks-teks keislaman sangat maskulin menjadi seimbang. Cara baca ini telah memungkinkan lahirnya narasi Islam yang menempatkan laki-laki dan perempuan setara sebagai manusia. | ||
Ini adalah pencapaian sangat penting mengingat ketimpangan relasi gender dapat diperbaiki menjadi seimbang. Karenanya, laki-laki dan perempuan sama-sama berhak memperoleh kemaslahatan dan terhindar kemafsadatan. Relasi gender memang menyebabkan perempuan tidak memperoleh kemaslahatan dan terhindar dari kemafsadatan sebagaimana laki-laki. Selain itu, relasi yang timpang juga mengabaikan kondisi khas perempuan yang berbeda dengan laki-laki, baik secara biologis maupun sosial. | Ini adalah pencapaian sangat penting mengingat ketimpangan relasi gender dapat diperbaiki menjadi seimbang. Karenanya, laki-laki dan perempuan sama-sama berhak memperoleh kemaslahatan dan terhindar kemafsadatan. Relasi gender memang menyebabkan perempuan tidak memperoleh kemaslahatan dan terhindar dari kemafsadatan sebagaimana laki-laki. Selain itu, relasi yang timpang juga mengabaikan kondisi khas perempuan yang berbeda dengan laki-laki, baik secara biologis maupun sosial. | ||
| Baris 38: | Baris 38: | ||
[[:Berkas:Buku Manual Mubadalah.pdf|Download]] | [[:Berkas:Buku Manual Mubadalah.pdf|Download]] | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Buku KUPI]] | |||