Kabar Rencana Penyelenggaraan KUPI Ke-2, Najmah Saiidah: Ulama Perempuan Berperan sebagai Penyangga Peradaban Islam: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
| Baris 32: | Baris 32: | ||
Ia menggambarkan, demikian pula halnya pada masa Khulafaurasyidin dan para khalifah sesudahnya. “Peran kaum muslimah dalam kancah kehidupan, termasuk dalam percaturan politik tercatat, demikian besar. Mereka terlibat dalam aktivitas amar makruf nahi mungkar, ''muhasabah'' (koreksi) terhadap penguasa, bahkan jihad. Istimewanya, pada saat yang sama, mereka pun mampu melaksanakan peran utamanya sebagai ''ummun wa rabbatul bayt'' (ibu dan pengelola rumah suaminya),” cetusnya. | Ia menggambarkan, demikian pula halnya pada masa Khulafaurasyidin dan para khalifah sesudahnya. “Peran kaum muslimah dalam kancah kehidupan, termasuk dalam percaturan politik tercatat, demikian besar. Mereka terlibat dalam aktivitas amar makruf nahi mungkar, ''muhasabah'' (koreksi) terhadap penguasa, bahkan jihad. Istimewanya, pada saat yang sama, mereka pun mampu melaksanakan peran utamanya sebagai ''ummun wa rabbatul bayt'' (ibu dan pengelola rumah suaminya),” cetusnya. | ||
== Mencetak Generasi Terbaik == | === Mencetak Generasi Terbaik === | ||
Najmah menyatakan, mereka berhasil mencetak generasi terbaik. “Generasi mujahid dan mujtahid. Generasi yang mampu membangun peradaban Islam yang tinggi yang mengalahkan peradaban-peradaban lainnya di dunia dalam rentang waktu yang sangat panjang. Generasi demikian lahir dari ibu-ibu yang paham Islam. Ibu yang mengajarkan Islam kafah kepada anak-anaknya. Ibu yang mengajarkan Islam sebagai ideologi yang melahirkan aturan-aturan Islam yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Tidak aneh jika umat Islam pada rentang tersebut betul-betul bisa tampil sebagai ''khairu ummah'',” tegasnya. | Najmah menyatakan, mereka berhasil mencetak generasi terbaik. “Generasi mujahid dan mujtahid. Generasi yang mampu membangun peradaban Islam yang tinggi yang mengalahkan peradaban-peradaban lainnya di dunia dalam rentang waktu yang sangat panjang. Generasi demikian lahir dari ibu-ibu yang paham Islam. Ibu yang mengajarkan Islam kafah kepada anak-anaknya. Ibu yang mengajarkan Islam sebagai ideologi yang melahirkan aturan-aturan Islam yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Tidak aneh jika umat Islam pada rentang tersebut betul-betul bisa tampil sebagai ''khairu ummah'',” tegasnya. | ||