Aktivis Perempuan Dunia Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Sejumlah ulama perempuan Indonesia berkumpul di Cirebon untuk menggelar Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]). Kongres yang diselenggarakan di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon ini merupakan KUPI yang pertama. | Sejumlah ulama perempuan Indonesia berkumpul di Cirebon untuk menggelar Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]). Kongres yang diselenggarakan di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon ini merupakan KUPI yang pertama. | ||
Sebelumnya, dalam rangkaian KUPI, Kementerian Agama menyelenggarakan 'International Seminar on Womens Ulama' di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Panitia Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), dan AMAN (The Asian Muslim Action Network). | Sebelumnya, dalam rangkaian KUPI, Kementerian Agama menyelenggarakan 'International Seminar on Womens Ulama' di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Panitia [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI), dan AMAN (The Asian Muslim Action Network). | ||
Ratusan aktivis perempuan dari 15 Negara hadir dalam seminar ini. Mereka berasal dari Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Belanda, Filipina, India, Malaysia, Nigeria, Kanada, Kenya, Pakistan, Saudi Arabia, Singapura, Thailand, serta para pengasuh pondok dan akademisi dalam negeri. | Ratusan aktivis perempuan dari 15 Negara hadir dalam seminar ini. Mereka berasal dari Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Belanda, Filipina, India, Malaysia, Nigeria, Kanada, Kenya, Pakistan, Saudi Arabia, Singapura, Thailand, serta para pengasuh pondok dan akademisi dalam negeri. | ||
Tampil sebagai narasumber, Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Masud (mewakili Menag), Rektor IAIN Syekh Nurjati Sumanta, serta sejumlah aktivis perempuan dari berbagai Negara. Mereka adalah Zainah Anwar (Malaysia), Bushra Qadeem (Pakistan), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Roya Rahmani (Afghanistan), Ulfat Hussein Masibo (Kenya), Rafatu Abdul Hamid (Nigeria), serta Badriyah Fayumi, [[Siti Ruhaini]] Dzuhayatin, dan [[Eka Srimulyani]] (Indonesia). | Tampil sebagai narasumber, Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Masud (mewakili Menag), Rektor IAIN Syekh Nurjati Sumanta, serta sejumlah aktivis perempuan dari berbagai Negara. Mereka adalah Zainah Anwar (Malaysia), Bushra Qadeem (Pakistan), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Roya Rahmani (Afghanistan), Ulfat Hussein Masibo (Kenya), Rafatu Abdul Hamid (Nigeria), serta [[Badriyah Fayumi]], [[Siti Ruhaini]] Dzuhayatin, dan [[Eka Srimulyani]] (Indonesia). | ||
Para pembicara umumnya memberikan apresiasi atas penyelenggaaan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) ini. Ini merupakan langkah mulia dalam membangun peradaban keumatan dan kemanusiaan yang asasi, papar Zainah Anwar di Cirebon, Selasa (25/04). | Para pembicara umumnya memberikan apresiasi atas penyelenggaaan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) ini. Ini merupakan langkah mulia dalam membangun peradaban keumatan dan kemanusiaan yang asasi, papar Zainah Anwar di Cirebon, Selasa (25/04). | ||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
''Sumber: https://www.kemenag.go.id/berita/494471/aktivis-perempuan-dunia-apresiasi-kongres-ulama-perempuan-indonesia'' | ''Sumber: https://www.kemenag.go.id/berita/494471/aktivis-perempuan-dunia-apresiasi-kongres-ulama-perempuan-indonesia'' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita KUPI 1]] | |||