Hari ini, Kongres Ulama Perempuan Indonesia Dibuka: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Sedikitnya 574 orang peserta ditambah 35 pengamat, 15 orang di antaranya berasal dari dari luar negeri, akan ikut ambil bagian dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
“KUPI akan dihadiri juga 35 orang pengamat dan 15 di antaranya dari negara sahabat seperti Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Saudi Arabia, Mesir, Nigeria, Kenya, Australia, Amerika, Malaysia, Singapura, Filipina, Kanada, India, dan Belanda,” kata Emy. | “KUPI akan dihadiri juga 35 orang pengamat dan 15 di antaranya dari negara sahabat seperti Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Saudi Arabia, Mesir, Nigeria, Kenya, Australia, Amerika, Malaysia, Singapura, Filipina, Kanada, India, dan Belanda,” kata Emy. | ||
Dikatakannya kongres akan dibuka langsung Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (25/4) pukul 19.30 WIB, hari ini. Usai dibuka acara dilanjutkan pentas seni dan budaya hingga pukul 22.00 WIB. Sebelumnya pada pukul 13.00 WIB, para peserta melakukan taaruf (perkenalan). | Dikatakannya kongres akan dibuka langsung Menteri Agama, [[Lukman Hakim Saifuddin]], Selasa (25/4) pukul 19.30 WIB, hari ini. Usai dibuka acara dilanjutkan pentas seni dan budaya hingga pukul 22.00 WIB. Sebelumnya pada pukul 13.00 WIB, para peserta melakukan taaruf (perkenalan). | ||
“Para peserta KUPI yang terdiri dari perempuan pemimpin pesantren, pemimpin organisasi keislaman, pengasuh atau pengelola majlis taklim, ustazah, ''muballighah'' dan daiyah. | “Para peserta KUPI yang terdiri dari perempuan pemimpin pesantren, pemimpin organisasi keislaman, pengasuh atau pengelola majlis taklim, ustazah, ''muballighah'' dan daiyah. | ||
| Baris 13: | Baris 13: | ||
Informasi yang berhasil dihimpun fajarnews.com menyebutkan, kongres tersebut akan membahas berbagai isu krusial seperti kekerasan seksual, perkawinan anak, kerusakan lingkungan, pesantren dan keulamaan perempuan, buruh migran, radikalisme agama, dan konflik kemanusiaan. | Informasi yang berhasil dihimpun fajarnews.com menyebutkan, kongres tersebut akan membahas berbagai isu krusial seperti kekerasan seksual, perkawinan anak, kerusakan lingkungan, pesantren dan keulamaan perempuan, buruh migran, radikalisme agama, dan konflik kemanusiaan. | ||
Kongres juga bakal diisi seminar internasional tentang ulama perempuan. Rencananya, beberapa narasumber bakal hadir dari Pakistan, Afganistan, Malaysia, Arab Saudi, dan Nigeria. Mereka juga akan menghadirkan para aktivis dan korban yang masalahnya dimintakan fatwa pada ulama perempuan Indonesia ini. Kongres ini bakal merumuskan fatwa ulama perempuan melalui musyawarah sebagai produknya. | Kongres juga bakal diisi seminar internasional tentang ulama perempuan. Rencananya, beberapa narasumber bakal hadir dari Pakistan, Afganistan, Malaysia, Arab Saudi, dan Nigeria. Mereka juga akan menghadirkan para aktivis dan korban yang masalahnya dimintakan [[fatwa]] pada ulama perempuan Indonesia ini. Kongres ini bakal merumuskan fatwa ulama perempuan melalui [[musyawarah]] sebagai produknya. | ||
Sebelumnya, Pengasuh Ponpes Kebon Jambu Babakan Ciwaringin, Hj Masriyah Amva kepada fajarnews.com mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia hanya mengenal ulama dan fokus kepada para ulama laki-laki. Dengan kongres ini ulama perempuan ingin diakui dan dihargai karena sudah layaknya para ulama perempuan dimanapun keberadaannya dan perjuangannya dapat dihargai. | Sebelumnya, Pengasuh Ponpes Kebon Jambu Babakan Ciwaringin, Hj [[Masriyah Amva]] kepada fajarnews.com mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia hanya mengenal ulama dan fokus kepada para ulama laki-laki. Dengan kongres ini ulama perempuan ingin diakui dan dihargai karena sudah layaknya para ulama perempuan dimanapun keberadaannya dan perjuangannya dapat dihargai. | ||
“Acara ini bisa saja diselenggarakan di hotel berbintang atau gedung mewah. Namun karena mereka sengaja mencari tempat yang lebih pas untuk ulama perempuan agar lebih merasakan dalam ponpes tradisional yang diasuh oleh seorang perempuan seperti di Ponpes Kebon Jambu ini,” katanya. | “Acara ini bisa saja diselenggarakan di hotel berbintang atau gedung mewah. Namun karena mereka sengaja mencari tempat yang lebih pas untuk ulama perempuan agar lebih merasakan dalam ponpes tradisional yang diasuh oleh seorang perempuan seperti di Ponpes Kebon Jambu ini,” katanya. | ||
| Baris 29: | Baris 29: | ||
''Sumber: http://news.fajarnews.com/read/2017/04/25/15048/hari.ini.kongres.ulama.perempuan.indonesia.dibuka'' | ''Sumber: http://news.fajarnews.com/read/2017/04/25/15048/hari.ini.kongres.ulama.perempuan.indonesia.dibuka'' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita KUPI 1]] | |||