Lompat ke isi

Kongres Ulama Perempuan: Poligami Bukan Tradisi Islam: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'bingkai Ratusan perempuan ulama, aktivis dan akademisi akan hadir dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia KUPI pertama yang digelar di Pesantr...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 4: Baris 4:
Pertemuan ini disebut sebagai bentuk konsolidasi para ulama perempuan yang selama ini bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat sipil.
Pertemuan ini disebut sebagai bentuk konsolidasi para ulama perempuan yang selama ini bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat sipil.


Masalah poligami menjadi pembahasan dalam kongres dan disebut sebagai salah satu bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Masalah [[poligami]] menjadi pembahasan dalam kongres dan disebut sebagai salah satu bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).


Para ulama perempuan menyebutkan poligami merupakan praktik yang sudah ada sejak sebelum masa Nabi Muhammad SAW.
Para ulama perempuan menyebutkan poligami merupakan praktik yang sudah ada sejak sebelum masa Nabi Muhammad SAW.


Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran, Jakarta, Dr. Nur Rofiah Bil Uzm mengatakan pada masa itu para laki-laki boleh menikahi perempuan dengan jumlah yang tidak terbatas, lalu ayat (dalam surat An-Nisa) ini membatasi empat.
Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran, Jakarta, Dr. [[Nur Rofiah]] Bil Uzm mengatakan pada masa itu para laki-laki boleh menikahi perempuan dengan jumlah yang tidak terbatas, lalu ayat (dalam surat An-Nisa) ini membatasi empat.


"Poligami bukan tradisi dari Islam, dalam Al-Qur'an itu mengatur, sebagai problem lalu diatasi, sama seperti misalnya pencatatan perkawinan, itu kan ada problem kalau perkawinan tidak dicatat lalu orang sesuka hati cerai begitu, lalu diatasi," jelas Nur.
"Poligami bukan [[tradisi]] dari Islam, dalam Al-Qur'an itu mengatur, sebagai problem lalu diatasi, sama seperti misalnya pencatatan perkawinan, itu kan ada problem kalau perkawinan tidak dicatat lalu orang sesuka hati cerai begitu, lalu diatasi," jelas Nur.


Dia mengatakan dalam berpoligami, Rasul memberikan contoh bagaimana memperlakukan keluarga dengan adil.
Dia mengatakan dalam berpoligami, Rasul memberikan contoh bagaimana memperlakukan keluarga dengan adil.
Baris 27: Baris 27:
''Sumber: http://medan.tribunnews.com/2017/04/28/kongres-ulama-perempuan-poligami-bukan-tradisi-islam''
''Sumber: http://medan.tribunnews.com/2017/04/28/kongres-ulama-perempuan-poligami-bukan-tradisi-islam''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]