Lompat ke isi

Peran Ulama Perempuan di Arab Saudi dan Pakistan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi 'Ulama Arab Saudi dan Pakistan menegaskan bahwa ulama perempuan mempunyai peran untuk menyebar pesan-pesan dari Islam moderat. Ulama dari Arab Saudi, Hatoon Al Fasi, m...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 3: Baris 3:
Ulama dari Arab Saudi, Hatoon Al Fasi, menjelaskan jika ulama perempuan mempunyai tanggung jawab besar dalam menyampaikan Islam moderat serta pesan mengenai kesetaraan dan kemanusiaan pada publik umum.
Ulama dari Arab Saudi, Hatoon Al Fasi, menjelaskan jika ulama perempuan mempunyai tanggung jawab besar dalam menyampaikan Islam moderat serta pesan mengenai kesetaraan dan kemanusiaan pada publik umum.


Disamping itu banyak ulama perempuan mempunyai keahlian dalam studi agama untuk memberikan fatwa dan juga ijtihad, mereka juga merupakan para pendidik bagi kaum perempuan.
Disamping itu banyak ulama perempuan mempunyai keahlian dalam studi agama untuk memberikan [[fatwa]] dan juga [[ijtihad]], mereka juga merupakan para pendidik bagi kaum perempuan.


“Mereka memiliki pengetahuan tentang Islam, dapat memberikan spirit kesetaraan dan keadilan, namun di dunia Arab para [[Alimat]] atau Ulama perempuan tidak terlalu banyak," ujarnya di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon, Selasa (725/4/2017) dalam acara Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]).  
“Mereka memiliki pengetahuan tentang Islam, dapat memberikan spirit kesetaraan dan keadilan, namun di dunia Arab para [[Alimat]] atau Ulama perempuan tidak terlalu banyak," ujarnya di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon, Selasa (725/4/2017) dalam acara Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]).  


Hatoon menambahkan jika berbicara mengenai budaya perempuan di Arab Saudi, itu akan menjadi lebih kompleks lantaran tradisi negara Islam yang menjadikan sangat kaku dalam semua aspek kehidupan ekonomi, politik, dan sosial.  
Hatoon menambahkan jika berbicara mengenai budaya perempuan di Arab Saudi, itu akan menjadi lebih kompleks lantaran [[tradisi]] negara Islam yang menjadikan sangat kaku dalam semua aspek kehidupan ekonomi, politik, dan sosial.  


Sementara itu ulama perempuan asal Pakistan, Mossarat Qadeem, menjelaskan bahwa peran perempuan di Pakistan saat ini sangat berat karena mereka sudah tercerabut dari akarnya. Ditambah lagi dengan perlakuan yang mereka dapatkan dari lingkungan sosial yang terkadang menjerumuskan mereka menjadi korban bom bunuh diri.  
Sementara itu ulama perempuan asal Pakistan, Mossarat Qadeem, menjelaskan bahwa peran perempuan di Pakistan saat ini sangat berat karena mereka sudah tercerabut dari akarnya. Ditambah lagi dengan perlakuan yang mereka dapatkan dari lingkungan sosial yang terkadang menjerumuskan mereka menjadi korban bom bunuh diri.  
Baris 22: Baris 22:
''Sumber: http://ayocirebon.com/read/20170426/122/200/peran-ulama-perempuan-di-arab-saudi-dan-pakistan''
''Sumber: http://ayocirebon.com/read/20170426/122/200/peran-ulama-perempuan-di-arab-saudi-dan-pakistan''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]

Revisi per 10 Mei 2024 14.09

Ulama Arab Saudi dan Pakistan menegaskan bahwa ulama perempuan mempunyai peran untuk menyebar pesan-pesan dari Islam moderat.

Ulama dari Arab Saudi, Hatoon Al Fasi, menjelaskan jika ulama perempuan mempunyai tanggung jawab besar dalam menyampaikan Islam moderat serta pesan mengenai kesetaraan dan kemanusiaan pada publik umum.

Disamping itu banyak ulama perempuan mempunyai keahlian dalam studi agama untuk memberikan fatwa dan juga ijtihad, mereka juga merupakan para pendidik bagi kaum perempuan.

“Mereka memiliki pengetahuan tentang Islam, dapat memberikan spirit kesetaraan dan keadilan, namun di dunia Arab para Alimat atau Ulama perempuan tidak terlalu banyak," ujarnya di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon, Selasa (725/4/2017) dalam acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Hatoon menambahkan jika berbicara mengenai budaya perempuan di Arab Saudi, itu akan menjadi lebih kompleks lantaran tradisi negara Islam yang menjadikan sangat kaku dalam semua aspek kehidupan ekonomi, politik, dan sosial.

Sementara itu ulama perempuan asal Pakistan, Mossarat Qadeem, menjelaskan bahwa peran perempuan di Pakistan saat ini sangat berat karena mereka sudah tercerabut dari akarnya. Ditambah lagi dengan perlakuan yang mereka dapatkan dari lingkungan sosial yang terkadang menjerumuskan mereka menjadi korban bom bunuh diri.

Dalam situasi kebingungan ini mereka terinsfiltrasi oleh maulananya dengan paham-paham radikal.

"Karenanya para ibu diminta untuk bisa menjadi agen perubahan yang positif, sehingga anak-anak tidak terlibat dalam paham radikalisme," katanya.



Ayocirebon.com, 26 April 2017

Sumber: http://ayocirebon.com/read/20170426/122/200/peran-ulama-perempuan-di-arab-saudi-dan-pakistan