2020 Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 19: | Baris 19: | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|''- Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)'' | |||
|- | |||
| | | | ||
| | |||
|''- Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)'' | |||
|} | |} | ||
'''Abstract''' | '''Abstract''' | ||
Revisi per 22 Mei 2024 09.54
| Nama Jurnal | : | - |
| Seri | : | - |
| Tahun | : | - |
| Judul Tulisan | : | Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience |
| Penulis | : | - Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) |
| - Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) |
Abstract
Pola pengasuhan anak yang tidak mencerminkan kesetaraan dan keadilan gender dapat membentuk perilaku anak yang tidak responsif gender. Pendidikan pada keluarga sering kali menjadi penyebab terjadinya ketidakadilan gender dalam kehidupan masyarakat. Tantangan besar dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender adalah merubah cara pandang dikotomis pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dalam cara pandang ini, laki-laki dan perempuan dianggap berbeda, sehingga keduanya nampak bertentangan satu sama lain. Merubah cara pandang dikotomis menjadi hal yang penting dilakukan demi terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender yang dapat dimulai dari kehidupan keluarga. Konsep mubadalah merupakan satu konsep yang membahas tentang kesetaraan gender dengan menekankan pada prinsip kesalingan untuk sama-sama mengambil manfaat dari dua orang yang berrelasi. Perempuan maupun laki-laki memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkiprah di ranah publik maupun domestik, dan mengambil manfaat dari segala aspek kehidupan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep mubadalah dalam pola pengasuhan anak. Metode library research digunakan melalui penggalian informasi dari berbagai literatur yang terkait dengan konsep mubadalah dan pola pengasuhan anak. Hasil menunjukkan bahwa konsep mubadalah merupakan salah satu konsep dalam kesetaraan gender yang dapat diterapkan dalam pola pengasuhan anak di dalam kehidupan keluarga. Melalui penerapan konsep ini, maka pola pengasuhan anak menjadi responsif gender dengan meninggalkan segala hal yang bias gender.