Lompat ke isi

2023 Siting Islamic Feminism: The Indonesian Congress of Women Islamic Scholars and the Challenge of Challenging Patriarchal Authority: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender|isbn=|pub_date=2020-12-16|cover_artist=|page...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender|isbn=|pub_date=2020-12-16|cover_artist=|pages=|series=Vol 18, No. 2 2019|author=|title_orig=Jurnal Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
Baris 7: Baris 6:
|Seri
|Seri
|:
|:
| Vol 18, No. 2 2019
| Volume 34, 2023
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| 2019
| 2023-08-25
|-
|-
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/marwah/article/view/8703 Eksistensi Peran Perempuan sebagai Kepala Keluarga (Telaah terhadap Counter Legal Draft-Kompilasi Hukum Islam dan Qira’ah Mubadalah)]''
|''[https://doi.org/10.1080/02757206.2023.2249495 Siting Islamic Feminism: The Indonesian Congress of Women Islamic Scholars and the Challenge of Challenging Patriarchal Authority]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|''Lukman Budi Santoso (Institut Agama Islam Negeri Tulungagung)''
|''David Kloos, Nor Ismah''
|}
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender|isbn=|pub_date=2020-12-16|cover_artist=|pages=|series=Vol 18, No. 2 2019|author=|title_orig=Jurnal Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender}}
'''Abstract'''
'''Abstract'''


Diskriminasi gender terkesan timbul pada aturan yang menyebutkan bahwa suami adalah kepala keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga. Artinya, jika dikaitkan dengan fenomena yang terjadi pada saat ini sudah tidak lagi relevan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi peran perempuan sebagai kepala keluarga ditinjau dari perspektif CLD-KHI dan Qira’ah [[Mubadalah]].Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis gender, yang menghasilkan data secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam CLD-KHI kedudukan, hak, dan kewajiban suami istri adalah setara baik dalam kehidupan rumah tangga maupun kehidupan masyarakat. Suami dan isteri dapat berperan baik sebagai kepala keluarga pencari [[nafkah]] atau mengurus rumah tangga dalam wilayah domestik. Dalam perspektif qira’ah mubadalah kebutuhan nafkah keluarga pada prinsipnya adalah tanggung jawab suami dan istri. Masing-masing dapat berbagi peran secara fleksibel, dan saling bekerja sama dalam mengemban tugas dan amanah rumah tangga
This article takes the first ever Indonesian Congress of Women Islamic Scholars (Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia, [[KUPI]]), and its methodology for formulating religious opinions, as an entry point for analysing the challenge of challenging male, male-centred, and patriarchal authority in Islam. Although a recent initiative, KUPI must be understood in the context of a long and often contentious history of Indonesian secular activists and Islamic scholars (men and women) sounding each other out and seeking common ground in their efforts to reinterpret religious sources and develop new ideas about the position of women in society. Studying the event ethnographically as a site of public communication and exchange – of religious knowledge, views, and experiences – , and contextualizing it in the history of Indonesian Islamic practices and institutions, we argue that the main significance of KUPI lies in the way in which it expands the global Islamic feminist project from a scholarly and intellectual movement into a locally resonant and potentially impactful social movement.
 
 
''Keywords: Islamic feminism, Women, Female Religious Authority, Indonesia''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]

Revisi per 4 Juni 2024 14.39

Nama Jurnal : Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender
Seri : Volume 34, 2023
Tahun : 2023-08-25
Judul Tulisan : Siting Islamic Feminism: The Indonesian Congress of Women Islamic Scholars and the Challenge of Challenging Patriarchal Authority
Penulis : David Kloos, Nor Ismah
2023 Siting Islamic Feminism: The Indonesian Congress of Women Islamic Scholars and the Challenge of Challenging Patriarchal Authority
JudulJurnal Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender
SeriVol 18, No. 2 2019
Tahun terbit
2020-12-16

Abstract

This article takes the first ever Indonesian Congress of Women Islamic Scholars (Kongres Ulama Perempuan Indonesia, KUPI), and its methodology for formulating religious opinions, as an entry point for analysing the challenge of challenging male, male-centred, and patriarchal authority in Islam. Although a recent initiative, KUPI must be understood in the context of a long and often contentious history of Indonesian secular activists and Islamic scholars (men and women) sounding each other out and seeking common ground in their efforts to reinterpret religious sources and develop new ideas about the position of women in society. Studying the event ethnographically as a site of public communication and exchange – of religious knowledge, views, and experiences – , and contextualizing it in the history of Indonesian Islamic practices and institutions, we argue that the main significance of KUPI lies in the way in which it expands the global Islamic feminist project from a scholarly and intellectual movement into a locally resonant and potentially impactful social movement.


Keywords: Islamic feminism, Women, Female Religious Authority, Indonesia