2018 Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{| |Nama Jurnal |: | History and Anthropology |- |Seri |: | Volume 34, 2023 |- |Tahun |: | 2023-08-25 |- |Judul Tulisan |: |''[https://doi.org/10.1080/02757206.2023.22...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
|Nama Jurnal | |Nama Jurnal | ||
|: | |: | ||
| | | Al-Qalam | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
| | | Vol 24, No 2 (2018) | ||
|- | |- | ||
|Tahun | |Tahun | ||
|: | |: | ||
| | | 2018 | ||
|- | |- | ||
|Judul Tulisan | |Judul Tulisan | ||
|: | |: | ||
|''[ | |''[http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.545 Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan]'' | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|'' | |''Husnul Fahima Ilyas'' | ||
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=History and Anthropology|isbn=|pub_date= | |}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=History and Anthropology|isbn=2540-895x|pub_date=2018|cover_artist=|pages=|series=Vol 24, No 2 (2018)|author=|title_orig=Al-Qalam}} | ||
'''Abstract''' | '''Abstract''' | ||
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kiprah Muria sebagai [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] dari Kalimatan yang dalam konteks lokal kerap disebut Benua Etan. Dengan memanfatkan metode kualitiatif dengan pendekatan biografi, penelitian ini menemukan bahwa keberadaan ulama perempuan di Kalimantan Timur yang bersumber dari masyarakat, sangat banyak dikarenakan masyarakat awam menerjemahkan ulama sebagai orang yang pintar dalam ilmu agama yang bisa melakukan transmisi keilmuan melalui taklim atau ceramah agama, salah satu yang sangat popular adalah Prof. Dr. Hj. Muriah dengan kiprahnya pada beberapa domain, diantaranya pendidikan, dakwah. Ia menguasai ilmu agama terutama kompetensi dalam mengkaji kitab kuning, sekaligus mampu mentransmisikan ilmunya kepada anak didiknya dan umat secara umum.Kapasitas keulamaannya turut pula didukung oleh akhlak al-karimah, dan juga pengakuan masyarakat sebagai pusat legitimasi keulamaan secara tradisional. Di dunia akademik pun Muriah terbilang sukses menapaki anak tangga tertinggi dalam piramida jabatan structural di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda sebagai rektor institusi pendidikan tinggi tersebut. | |||
'''''Keywords:''' | '''''Keywords:''' ulama perempuan, Muriah, biograpi, transmisi keilmuan'' | ||
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: ''''' | Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.545''''' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | [[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | ||
Revisi per 7 Juni 2024 16.19
| Nama Jurnal | : | Al-Qalam |
| Seri | : | Vol 24, No 2 (2018) |
| Tahun | : | 2018 |
| Judul Tulisan | : | Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan |
| Penulis | : | Husnul Fahima Ilyas |
| Judul | Al-Qalam |
|---|---|
| Seri | Vol 24, No 2 (2018) |
Tahun terbit | 2018 |
| ISBN | 2540-895x |
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kiprah Muria sebagai ulama perempuan dari Kalimatan yang dalam konteks lokal kerap disebut Benua Etan. Dengan memanfatkan metode kualitiatif dengan pendekatan biografi, penelitian ini menemukan bahwa keberadaan ulama perempuan di Kalimantan Timur yang bersumber dari masyarakat, sangat banyak dikarenakan masyarakat awam menerjemahkan ulama sebagai orang yang pintar dalam ilmu agama yang bisa melakukan transmisi keilmuan melalui taklim atau ceramah agama, salah satu yang sangat popular adalah Prof. Dr. Hj. Muriah dengan kiprahnya pada beberapa domain, diantaranya pendidikan, dakwah. Ia menguasai ilmu agama terutama kompetensi dalam mengkaji kitab kuning, sekaligus mampu mentransmisikan ilmunya kepada anak didiknya dan umat secara umum.Kapasitas keulamaannya turut pula didukung oleh akhlak al-karimah, dan juga pengakuan masyarakat sebagai pusat legitimasi keulamaan secara tradisional. Di dunia akademik pun Muriah terbilang sukses menapaki anak tangga tertinggi dalam piramida jabatan structural di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda sebagai rektor institusi pendidikan tinggi tersebut.
Keywords: ulama perempuan, Muriah, biograpi, transmisi keilmuan
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.545