Lompat ke isi

2018 Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{| |Nama Jurnal |: | History and Anthropology |- |Seri |: | Volume 34, 2023 |- |Tahun |: | 2023-08-25 |- |Judul Tulisan |: |''[https://doi.org/10.1080/02757206.2023.22...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 2: Baris 2:
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
|:
|:
| History and Anthropology
| Al-Qalam
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
| Volume 34, 2023
| Vol 24, No 2 (2018)
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| 2023-08-25
| 2018
|-
|-
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://doi.org/10.1080/02757206.2023.2249495 Siting Islamic Feminism: The Indonesian Congress of Women Islamic Scholars and the Challenge of Challenging Patriarchal Authority]''
|''[http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.545 Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|''David Kloos, Nor Ismah''
|''Husnul Fahima Ilyas''
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=History and Anthropology|isbn=|pub_date=2023-08-25|cover_artist=|pages=|series=Volume 34, 2023|author=|title_orig=History and Anthropology}}
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=History and Anthropology|isbn=2540-895x|pub_date=2018|cover_artist=|pages=|series=Vol 24, No 2 (2018)|author=|title_orig=Al-Qalam}}
'''Abstract'''
'''Abstract'''


''This article takes the first ever Indonesian Congress of Women Islamic Scholars (Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia, [[KUPI]]), and its methodology for formulating religious opinions, as an entry point for analysing the challenge of challenging male, male-centred, and patriarchal authority in Islam. Although a recent initiative, KUPI must be understood in the context of a long and often contentious history of Indonesian secular activists and Islamic scholars (men and women) sounding each other out and seeking common ground in their efforts to reinterpret religious sources and develop new ideas about the position of women in society. Studying the event ethnographically as a site of public communication and exchange – of religious knowledge, views, and experiences – , and contextualizing it in the history of Indonesian Islamic practices and institutions, we argue that the main significance of KUPI lies in the way in which it expands the global Islamic feminist project from a scholarly and intellectual movement into a locally resonant and potentially impactful social movement.''
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kiprah Muria sebagai [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] dari Kalimatan yang dalam konteks lokal kerap disebut Benua Etan. Dengan memanfatkan metode kualitiatif dengan pendekatan biografi, penelitian ini menemukan bahwa keberadaan ulama perempuan di Kalimantan Timur yang bersumber dari masyarakat, sangat banyak dikarenakan masyarakat awam menerjemahkan ulama sebagai orang yang pintar dalam ilmu agama yang bisa melakukan transmisi keilmuan melalui taklim atau ceramah agama, salah satu yang sangat popular adalah Prof. Dr. Hj. Muriah dengan kiprahnya pada beberapa domain, diantaranya pendidikan, dakwah. Ia menguasai ilmu agama terutama kompetensi dalam mengkaji kitab kuning, sekaligus mampu mentransmisikan ilmunya kepada anak didiknya dan umat secara umum.Kapasitas keulamaannya turut pula didukung oleh akhlak al-karimah, dan juga pengakuan masyarakat sebagai pusat legitimasi keulamaan secara tradisional. Di dunia akademik pun Muriah terbilang sukses menapaki anak tangga tertinggi dalam piramida jabatan structural di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda sebagai rektor institusi pendidikan tinggi tersebut.






'''''Keywords:''' Islamic feminism, Women, Female Religious Authority, Indonesia''
'''''Keywords:''' ulama perempuan, Muriah, biograpi, transmisi keilmuan''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.1080/02757206.2023.2249495'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.545'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]

Revisi per 7 Juni 2024 16.19

Nama Jurnal : Al-Qalam
Seri : Vol 24, No 2 (2018)
Tahun : 2018
Judul Tulisan : Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan
Penulis : Husnul Fahima Ilyas
2018 Muriah: Sosok Ulama Perempuan dari Benua Etan
JudulAl-Qalam
SeriVol 24, No 2 (2018)
Tahun terbit
2018
ISBN2540-895x

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kiprah Muria sebagai ulama perempuan dari Kalimatan yang dalam konteks lokal kerap disebut Benua Etan. Dengan memanfatkan metode kualitiatif dengan pendekatan biografi, penelitian ini menemukan bahwa keberadaan ulama perempuan di Kalimantan Timur yang bersumber dari masyarakat, sangat banyak dikarenakan masyarakat awam menerjemahkan ulama sebagai orang yang pintar dalam ilmu agama yang bisa melakukan transmisi keilmuan melalui taklim atau ceramah agama, salah satu yang sangat popular adalah Prof. Dr. Hj. Muriah dengan kiprahnya pada beberapa domain, diantaranya pendidikan, dakwah. Ia menguasai ilmu agama terutama kompetensi dalam mengkaji kitab kuning, sekaligus mampu mentransmisikan ilmunya kepada anak didiknya dan umat secara umum.Kapasitas keulamaannya turut pula didukung oleh akhlak al-karimah, dan juga pengakuan masyarakat sebagai pusat legitimasi keulamaan secara tradisional. Di dunia akademik pun Muriah terbilang sukses menapaki anak tangga tertinggi dalam piramida jabatan structural di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda sebagai rektor institusi pendidikan tinggi tersebut.


Keywords: ulama perempuan, Muriah, biograpi, transmisi keilmuan

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.545