Lompat ke isi

2020 Poligami Dalam Perspektif Tafsir Mubadalah: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=UNES LAW REVIEW|isbn=2622-7045|pub_date=30 November 2020|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=UNES LAW REVIEW|isbn=2622-7045|pub_date=30 November 2020|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No. 3 (2024)|author=|title_orig=UNES LAW REVIEW}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Mahkamah Agung RI; Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama|isbn=|pub_date=30 November 2020|cover_artist=|pages=|series=|author=|title_orig=Mahkamah Agung RI; Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
|:
|:
| UNES LAW REVIEW
|
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
| Vol. 6 No. 3 (2024)
|
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| Apr 25, 2024
| 30 November 2020
|-
|-
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1783 Konsep Nusyuz dalam Khi dan Penyelesainya Prespektif Mubadalah]''
|''[https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/poligami-dalam-perspektif-tafsir-mubadalah-oleh-al-fitri-s-ag-s-h-m-h-i-30-11 Poligami Dalam Perspektif Tafsir Mubadalah]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| ''Jamilatul Nuril Azizah (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta)''
| ''Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. (Ketua PA Tulang Bawang Tengah dan Mahasiswa S3 [[Hukum Keluarga]] UIN Raden Intan Lampung)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''Abstrak'''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128).  Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
[[Poligami]] baik secara sosial dan agama sudah mejadi isu menarik diperbincangan, dengan berbagai perbedaan pendapat dan dalih. Salah satu cara untuk melihat kembali relevansi poligami di era digital ini adalah dengan menganalisis ayat yang berbicara tentang poligami. Laporan ini akan membahas poligami dengan pendekatan mubādalah yang dipelopori oleh [[Faqihuddin Abdul Kodir]] telah dapat mewakili penyuaraan hak-hak perempuan dalam poligami. Meskipun tidak mendapatkan persetujuan dari semua pihak, namun tetap ada pihak yang membolehkannya dengan alasan yang berbeda. Penelitian ini menyimpulkan persoalan poligami saat ini tidak lagi terfokus pada motif yang melatar belakangi, akan tetapi lebih pada dampak pada problematika krusial relasi pasangan suami isteri.




Baris 30: Baris 30:




'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''  
'''''Keywords:''' poligami, [[mubadalah]], relasi pasangan suami isteri.''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1783'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut:  
 
'''''https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/poligami-dalam-perspektif-tafsir-mubadalah-oleh-al-fitri-s-ag-s-h-m-h-i-30-11'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]