2021 Tafsir Ayat-Ayat Kekerasan Seksual: Analisis Metodologis Terhadap Penafsiran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI): Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah|isbn=2685-0974|pub_date=27 De...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas: | {{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Misykat vol6 no2.jpeg|italic title=Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah|isbn=2685-0974|pub_date=27 Dec 2021|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No. 2 (2021)|author=|title_orig=Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah}} | ||
{| | {| | ||
|Nama Jurnal | |Nama Jurnal | ||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
|Judul Tulisan | |Judul Tulisan | ||
|: | |: | ||
|''[https://garuda.kemdikbud.go.id/ | |''[https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2480084 Tafsir Ayat-Ayat Kekerasan Seksual: Analisis Metodologis Terhadap Penafsiran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)]'' | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
| Baris 32: | Baris 32: | ||
'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]'' | '''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]'' | ||
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://garuda.kemdikbud.go.id/ | Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2480084''''' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | [[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | ||
Revisi per 23 Juli 2024 10.16
| Nama Jurnal | : | Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah |
| Seri | : | Vol. 6 No. 2 (2021) |
| Tahun | : | 27 Dec 2021 |
| Judul Tulisan | : | Tafsir Ayat-Ayat Kekerasan Seksual: Analisis Metodologis Terhadap Penafsiran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) |
| Penulis | : | Anisa Muflihah (Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta), Ali Mursyid (Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta) |
Abstract
Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan fiqh yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: 34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: 128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Keywords: Nusyuz, KHI, Mubadalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2480084