KUPI di Tengah Arus Fundamentalisme: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Sebenarnya aku lagi iri sama kawan-kawan yang kemarin lagi ''ngumpul'' di Cirebon, hiks... hiks. Tapi bahagia juga karena Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Cirebon...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
''(LBH APIK Semarang)'' | ''(LBH APIK Semarang)'' | ||
[[Kategori:Refleksi]] | |||
[[Kategori:Refleksi Kongres]] | |||
[[Kategori:Refleksi Kongres1]] | |||
Revisi per 24 Juli 2024 19.48
Sebenarnya aku lagi iri sama kawan-kawan yang kemarin lagi ngumpul di Cirebon, hiks... hiks. Tapi bahagia juga karena Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Cirebon itu berhasil terselenggara dengan sukses.
Selamat ya mbak AD Eridani cs!! Di tengah arus fundamentalisme yang berusaha menggerus toleransi dan kebhinnekaan, masih ada kesejukan dan cahaya harapan. Sebuah upaya membangkitkan wajah Islam yang hakiki, yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang kepada semua warga semesta alam. Bukan kedengkian dan kemara.
Penulis: Dinah Katjasungkana
(LBH APIK Semarang)