Lompat ke isi

Menjadi Laboratorium Islam Progresif: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
27 Juni 2017. Begitu burung-burung dara dilepas untuk menandai berakhirnya pesta intelektual para ulama perempuan di Pesantren Kebon Jambu, sontak air mataku tumpah ruah membasahi pipi. Ani Zooneveld dari Muslim of Progressive Values memeluk aku erat dan berbisik “''You are guys great. You did really really great work. I have been twitting about what happening in Cirebon with [[KUPI]] and got alot of attention from our global partners''”. Kemudian secara bergantian seluruh peserta Kongres saling bersalaman dan berpelukan sebagai rasa syukur dan sekaligus pamitan kembali ke tempat masing-masing.  
27 Juni 2017. Begitu burung-burung dara dilepas untuk menandai berakhirnya pesta intelektual para [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] di Pesantren Kebon Jambu, sontak air mataku tumpah ruah membasahi pipi. Ani Zooneveld dari Muslim of Progressive Values memeluk aku erat dan berbisik “''You are guys great. You did really really great work. I have been twitting about what happening in Cirebon with [[KUPI]] and got alot of attention from our global partners''”. Kemudian secara bergantian seluruh peserta Kongres saling bersalaman dan berpelukan sebagai rasa syukur dan sekaligus pamitan kembali ke tempat masing-masing.  


Rasanya tertuntaskan satu misi yang selama ini saya pikirkan terus untuk menyebarkan tafsir ajaran Islam tentang hak-hak perempuan yang berperspektif gender kepada dunia, dimulai dari Indonesia. Ketika Ibu Musdah Mulia membuat statemen di salah satu forum [[AMAN Indonesia]] 2016 lalu, yaitu “''Perempuan itu dekat dengan agama. Tapi agama tidak pernah ramah terhadap perempuan''”. Saya tidak bisa mengiyakan atau menolaknya karena pada kenyataanya agama dipakai untuk mendiskriminasi perempuan. Tapi ini juga tidak sepenuhnya benar.  
Rasanya tertuntaskan satu misi yang selama ini saya pikirkan terus untuk menyebarkan tafsir ajaran Islam tentang hak-hak perempuan yang berperspektif gender kepada dunia, dimulai dari Indonesia. Ketika Ibu Musdah Mulia membuat statemen di salah satu forum [[AMAN Indonesia]] 2016 lalu, yaitu “''Perempuan itu dekat dengan agama. Tapi agama tidak pernah ramah terhadap perempuan''”. Saya tidak bisa mengiyakan atau menolaknya karena pada kenyataanya agama dipakai untuk mendiskriminasi perempuan. Tapi ini juga tidak sepenuhnya benar.  
Baris 17: Baris 17:
''(Country Representative The Asian Muslim Action Network/Panitia KUPI)''
''(Country Representative The Asian Muslim Action Network/Panitia KUPI)''


[[Kategori:Refleksi Kongres]]
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi Kongres1]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 1]]