Lompat ke isi

Sikap KUPI atas Krisis Kemanusiaan di Gaza Palestina: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://www.nu.or.id/nasional/kursus-keluarga-bahagia-bersama-20-ulama-perempuan-nusantara-xAuXD NU Online] |- |Penulis |:...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://www.nu.or.id/nasional/kursus-keluarga-bahagia-bersama-20-ulama-perempuan-nusantara-xAuXD NU Online]
|[https://fahmina.or.id/sikap-kupi-atas-krisis-kemanusiaan-di-gaza-palestina/ fahmina.or.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Syifa Arrahmah (Kontributor)
|[[fahmina]]
|-
|-
|Tanggal  Terbit
|Tanggal  Terbit
|:
|:
|<nowiki>Sabtu, 17 April 2021 | 11:30 WIB</nowiki>
|14 November 2023
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://www.nu.or.id/nasional/kursus-keluarga-bahagia-bersama-20-ulama-perempuan-nusantara-xAuXD Kursus Keluarga Bahagia Bersama 20 Ulama Perempuan Nusantara]
|[https://fahmina.or.id/sikap-kupi-atas-krisis-kemanusiaan-di-gaza-palestina/ Sikap KUPI atas Krisis Kemanusiaan di Gaza Palestina]
|}
|}
''Jakarta, '''NU Online'''''
Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan berbagai wilayah lain akibat penjajahan dan perang yang sudah mengarah kepada genosida bangsa Palestina, [[jaringan]] [[KUPI]] menyatakan sikap sebagai berikut:


Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) bersinergi dengan [[Mubadalah]] mengadakan Kelas Intensif Ramadhan 1442 H 20 Hari bersama 20 Ulama Perempuan Nusantara. Berbalut tema Kursus Keluarga Bahagia Kitab Manba'ussa'adah, kelas resmi dibuka Jumat (16/4) oleh Nyai [[Badriyah Fayumi]] dan KH. Faqihuddin Abdul Qodir melalui Fanpage Mubadalah.id. Kegiatan tersebut juga ditayangkan melalui Fanpage Mubadalah setiap pukul 13.00 WIB.
# Menyerukan untuk segera menghentikan perang, penjajahan, genosida, dan semua tindakan yang telah menyebabkan hilangnya lebih dari 12.000 nyawa sampai dengan Selasa, 12 November 2023, hilangnya tempat tinggal, rasa aman, kemerdekaan, juga kehormatan setiap manusia, termasuk mereka yang lemah (dhuafa) atau dijadikan lemah oleh keadaan (mustadh’afin) di wilayah perang manapun, khususnya di Gaza.
# Mendesak PBB dan OKI serta [[lembaga]]-lembaga antar negara lainnya, agar menggunakan segala perangkatnya untuk menegakkan hak asasi manusia dan merealisasikan solusi dua negara demi perdamaian yang sejati dan berkeadilan.
# Mendesak PBB agar mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, memastikan jaminan perlindungan warga sipil termasuk perempuan dan anak, melindungi fasilitas publik seperti Rumah Sakit dan sekolah dari pengeboman dan penghancuran, serta memastikan tersalurkannya bantuan kemanusiaan serta terbukanya blokade dan pengepungan total jalur Gaza oleh Israel.
# Meminta kepada negara-negara di dunia untuk tidak memperpanjang perang dengan tindakan maupun pernyataan apapun yang bertujuan mendukung penjajahan Israel pada Palestina.
# Mendukung Pemerintah Indonesia yang telah terus-menerus dan bersiteguh mengupayakan berbagai langkah diplomatik dan kemanusiaan untuk menghentikan konflik dan perang, mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, menunjukkan simpati dan mengorganisir bantuan kemanusiaan kepada bangsa Palestina.
# Menyerukan kepada para [[tokoh]] agama berpengaruh dari berbagai agama untuk melakukan konsolidasi lintas agama, terus-menerus menyampaikan pesan universal agama tentang perdamaian, kemanusiaan, rahmah, dan cinta kasih, khususnya kepada para pemimpin politik dan militer sesuai agamanya masing-masing, sehingga ajaran agama tidak dijadikan legitimasi melakukan genosida, pembunuhan, pengusiran, kekerasan, kekejaman, dan tindakan tidak manusiawi lainnya kepada pihakpihak yang berbeda.
# Menyerukan kepada kekuatan masyarakat sipil di seluruh dunia, termasuk perempuan dan ulama perempuan, agar mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, secara mandiri maupun berjejaring, demi mendorong terwujudnya perdamaian dan diakhirinya penjajahan serta genosida terhadap bangsa Palestina.
# Mengajak seluruh umat beragama agar senantiasa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan YME, agar membukakan mata hati para pemimpin dan menggerakkan semesta untuk mengakhiri perang dan membangun jalan damai secara adil, beradab dan bermartabat bagi setiap manusia, bangsa dan negara.
# Mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia dan warga dunia agar tidak kenal lelah membantu korban perang dengan memperhatikan keperluan khasnya, seperti keperluan khas perempuan, anak, lansia, kelompok disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. 10. Mengajak seluruh umat Islam untuk istiqamah melakukan ikhtiar spiritual yang ikhlas, khusyuk dan penuh harap (raja’) kepada Allah, antara lain dengan doa, qunut nazilah, istighotsah, shalat ghaib dan lain-lain, untuk perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
# Mendorong peran ulama perempuan untuk melakukan berbagai ikhtiar demi penghentian perang, terwujudnya perdamaian dan Palestina merdeka, di ruang khidmahnya masing-masing, baik ikhtiar kultural, sosial, maupun spiritual.


Kitab Manba'ussa'adah sendiri berisikan pokok-pokok pemikiran para ulama perempuan yang dipimpin oleh Nyai Hj Shinta Nuriyah Wahid, yang banyak merujuk kepada prinsip-prinsip Islam rahmatan lil alamin yang disertai prinsip akhlak mulia.


"Prinsip-prinsip ini harus hadir sejak dalam kehidupan berkeluarga, terutama dalam konteks hubungan relasi suami istri, jadi, kitab ini merujuk pada prinsip-prinsip tersebut, lalu kemudian diterjemahkan dalam relasi suami istri," kata Kiai Faqih dalam pidato pengantarnya.


Diterangkan pula oleh Kang Faqih, sapaan akrabnya, bahwa risalah ini hadir sebagai jawaban atas keinginan para santri di berbagai pesantren yang menginginkan kitab berbahasa Arab yang dapat merepresentasikan relasi suami istri dalam berkeluarga.
''Jakarta, 12 November 2023''
 
"Karena membangun keluarga itu harus membangun seluruh anggota keluarga yang ada di dalamnya. Nah, kitab ini sangat baik untuk menyusun atau merencanakan berkeluarga yang anggotanya satu sama lain mempunyai sikap, prinsip, relasi yang mubadalah (kesalingan) atau musyarakah. Jadi, menikah itu mempertemukan aku dan kau menjadi kita, sehingga satu sama lain jika baik berembuk bersama, jika buruk tidak melakukannya," jelasnya.
 
Oleh karena itu, secara umum kitab ini merupakan bentuk perhatian kepada pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan berkeluarga untuk saling menguatkan, berbahagia dan juga membahagiakan. Kang Faqih juga berharap Kajian ini menjadi sarana terpancarnya aura kebahagiaan dalam mewujudkan kehidupan berkeluarga yang berkesalingan.
 
"Melalui berbagai pembahasan yang intinya adalah bahwa kebahagiaan itu bagian dari ibadah, karena itu kalau menikah itu harus untuk kebahagiaan, jadi, harus kita wujudkan bersama bahagia adalah ibadah dan membahagiakan juga bagian dari ibadah, karena itu, saya namakan kitab ini Manba'ussa'adah (telaga kebahagiaan)," tuturnya.
 
Di kesempatan yang sama, Nyai Badriyah menyampaikan bahwa momentum Ramadhan kali ini menjadi titik temu antara KUPI, [[tradisi]] Nusantara, dan tradisi pesantren melalui kajian selama 20 hari ke depan dengan sama-sama mengaji satu kitab, yaitu Manba'ussa'adah.
 
"Dua puluh ulama perempuan Nusantara selama 20 hari ngaji satu kitab. Insyaallah substansinya khatam, ya meskipun mungkin tidak dibaca satu demi satu kata seperti dalam khataman kitab kuning di pesantren-pesantren pada bulan Ramadhan," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina ini.
 
Ny. Badriyah Fayumi merespons dan memaknai tradisi pesantren yang mulai beradaptasi dengan dunia digital sebagai hikmah di balik musibah pandemi Covid-19, sebagaimana kajian 20 hari bersama 20 ulama perempuan yang diadakan secara virtual juga merupakan membangun tradisi baru yang berakar kuat pada tradisi lama.
 
"Penggunaan media online ini mempunyai manfaat bagi orang-orang pesantren untuk menyalurkan pengetahuannya, berdiskusi, untuk bersilaturahim, bahkan untuk bermuktamar pemikiran tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, dan ini suatu berkah," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh partisipan yang ikut mengaji dan para ibu Nyai sebagai pengajar untuk bersyukur. "Bahwa kita bisa bersama-sama hadir dan menjadi bagian dari tradisi baru yang diinisiasi dan dilakukan oleh para ulama perempuan," imbuhnya.
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita 2023]]
[[Kategori:Berita 2023]]