Alasan 780 Ulama Perempuan Berkongres di Cirebon: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
“Sejarah Islam mencatat bahwa ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap perkembangan peradaban Islam, termasuk Indonesia,” kata Sekretaris Umum Komite Pelaksana [[KUPI]], [[Ninik Rahayu]], Selasa, 25 April 2017. Namun sayangnya, catatan tentang [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]] dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia sangat kecil akibat konstruksi sejarah yang sepihak. | “Sejarah Islam mencatat bahwa ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap perkembangan peradaban Islam, termasuk Indonesia,” kata Sekretaris Umum Komite Pelaksana [[KUPI]], [[Ninik Rahayu]], Selasa, 25 April 2017. Namun sayangnya, catatan tentang [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]] dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia sangat kecil akibat konstruksi sejarah yang sepihak. | ||
Untuk itu, kata Ninik, dibutuhkan upaya kultural dan struktural untuk menegaskan kembali kerja-kerja sosial keulamaan perempuan dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. “Atas dasar itulah muncul gagasan untuk menyelenggarakan | Untuk itu, kata Ninik, dibutuhkan upaya kultural dan struktural untuk menegaskan kembali kerja-kerja sosial keulamaan perempuan dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. “Atas dasar itulah muncul gagasan untuk menyelenggarakan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI),” kata Ninik. | ||
Sebanyak 780 ulama perempuan itu terdiri dari 580 orang peserta dan 200 orang pengamat. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Ada pun tema yang diangkat yaitu Peran Ulama Perempuan Dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan. Kongres tersebut akan digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon mulai 25 hingga 27 April 2017. | Sebanyak 780 ulama perempuan itu terdiri dari 580 orang peserta dan 200 orang pengamat. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Ada pun tema yang diangkat yaitu Peran Ulama Perempuan Dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan. Kongres tersebut akan digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon mulai 25 hingga 27 April 2017. | ||