Lompat ke isi

Membangun Bahtera Rumah Tangga secara Bersama-sama: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Nama Media |: |[https://magdalene.co/ Magdalene.co] |- |Penulis |: |Jasmine Floretta V.D |- |Tanggal Publikasi |: |December 2, 2022 |- |Artikel...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 3: Baris 3:
|Nama Media
|Nama Media
|:
|:
|[https://magdalene.co/ Magdalene.co]
|[https://www.nu.or.id/pustaka/membangun-bahtera-rumah-tangga-secara-bersama-sama-YzIGj nu.or.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Jasmine Floretta V.D
|Muhammad Syakir NF
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|December 2, 2022
|<nowiki>Rabu, 28 Desember 2022 | 16:00 WIB</nowiki>
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://magdalene.co/story/profil-kiai-faqihuddin-abdul-kodir/ Faqihuddin Abdul Kodir, Ulama Lelaki, Pejuang Keadilan Gender]
|[https://www.nu.or.id/pustaka/membangun-bahtera-rumah-tangga-secara-bersama-sama-YzIGj Membangun Bahtera Rumah Tangga secara Bersama-sama]
|}
|}
''Dengan pendekatan tafsir [[mubadalah]], Kiai Faqih memperkenalkan agama Islam yang lebih adil gender.''
"Kamu kapan (nikah)?" Begitulah pertanyaan yang kerap kali spontan diajukan kepada mereka yang jomlo ketika melihat rekanannya menikah. Pertanyaan ini begitu ringan disampaikan tetapi pastilah berat dilakukan. Bukan apa-apa, menikah merupakan ibadah tak ada henti selagi hayat masih sama-sama dikandung badan. Sebab menikah bukan sekadar memenuhi hasrat hubungan seks, tetapi ada interaksi yang terus-menerus dari bangun tidur hingga tidur lagi. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap insan yang berpasangan.  


Buat sebagian intelektual Muslim, mungkin sudah cukup familier dengan nama [[Faqihuddin Abdul Kodir]]. Ia termasuk salah satu penggagas metode tafsir Islam ''mubadalah,'' yang ramah gender dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pada 23 hingga 24 November lalu.
Menikah perlu dipastikan dilakukan untuk mencapai kenyamanan dan ketenangan dalam hidup bersama pasangannya. Hal ini sebagaimana yang sudah digariskan Allah swt dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 21, litaskunu ilaiha. Kedua orang yang berpasangan ini harus saling berkomitmen dalam menciptakan ketenangan, ketentraman, dan kenyamanan.
 
Pria yang akrab dipanggil Kang Faqih itu sendiri merupakan ulama lelaki yang menulis banyak artikel atau buku hukum Islam (''fiqih'') mengenai perempuan. Ia juga aktif dalam pemberdayaan perempuan di akar rumput. Dalam hal ini, ia kerap mempertemukan para aktivis feminis, orang-orang dari [[lembaga]] kemasyarakatan, pemerintah, akademisi, maupun sesama ulama perempuan yang punya visi membangun peradaban berkeadilan.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]

Revisi per 9 September 2024 09.52

Info Artikel

Nama Media : nu.or.id
Penulis : Muhammad Syakir NF
Tanggal Publikasi : Rabu, 28 Desember 2022 | 16:00 WIB
Artikel Lengkap : Membangun Bahtera Rumah Tangga secara Bersama-sama

"Kamu kapan (nikah)?" Begitulah pertanyaan yang kerap kali spontan diajukan kepada mereka yang jomlo ketika melihat rekanannya menikah. Pertanyaan ini begitu ringan disampaikan tetapi pastilah berat dilakukan. Bukan apa-apa, menikah merupakan ibadah tak ada henti selagi hayat masih sama-sama dikandung badan. Sebab menikah bukan sekadar memenuhi hasrat hubungan seks, tetapi ada interaksi yang terus-menerus dari bangun tidur hingga tidur lagi. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap insan yang berpasangan.

Menikah perlu dipastikan dilakukan untuk mencapai kenyamanan dan ketenangan dalam hidup bersama pasangannya. Hal ini sebagaimana yang sudah digariskan Allah swt dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 21, litaskunu ilaiha. Kedua orang yang berpasangan ini harus saling berkomitmen dalam menciptakan ketenangan, ketentraman, dan kenyamanan.