Tuduhan ‘Perempuan Sumber Fitnah’ Mulai Terkikis: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Nama Media |: |[https://magdalene.co/ Magdalene.co] |- |Penulis |: |Jasmine Floretta V.D |- |Tanggal Publikasi |: |December 2, 2022 |- |Artikel...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Nama Media | |Nama Media | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://www.nu.or.id/nasional/tuduhan-perempuan-sumber-fitnah-mulai-terkikis-HI3eE nu.or.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Syifa Arrahmah | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |<nowiki>Selasa, 28 September 2021 | 01:30 WIB</nowiki> | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://www.nu.or.id/nasional/tuduhan-perempuan-sumber-fitnah-mulai-terkikis-HI3eE Tuduhan ‘Perempuan Sumber Fitnah’ Mulai Terkikis] | ||
|} | |} | ||
Jakarta, NU | |||
Online Akademisi dan pengampu Ngaji Ihya’ Online, [[Ulil Abshar Abdalla]] mengatakan, pandangan yang menuduh perempuan sebagai sumber [[fitnah]] sudah mulai terkikis di kalangan muslim tradisional. Perlahan-lahan mulai muncul kesiapan dan keterbukaan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam ruang publik. | |||
Hal itu, ia cermati di kalangan masyarakat pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak lagi mempersoalkan perbedaan itu dalam kegiatannya. Meskipun begitu, ada kecenderungan yang berbeda untuk masyarakat muslim kota yang mulai mempercayai kembali perempuan sumber fitnah. | |||
“Muslim di kota justru ada arah sebaliknya dan mempercayai kembali pandangan itu karena aktif dalam komunikasi publik. Artinya pendapat itu berpotensi menyebar. Cara terbaik untuk melawan itu dengan buku ini ([[mubadalah]] untuk melawan miskonsepsi tentang perempuan),” ujarnya di acara peluncuran dan bedah buku Perempuan Bukan Sumber Fitnah dilihat NU Online, Selasa (28/9). | |||
[[Kategori:Jejak Tokoh]] | [[Kategori:Jejak Tokoh]] | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||