Lompat ke isi

Bamsoet: Islam Dukung Kesetaraan dan Keadilan Gender: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://arrahim.id/bf/tanya-jawab-agama-kasus-penjualan-anak-apakah-orang-tua-dianggap-durhaka/ arrahim.id] |- |Penulis |: |MZ |- |T...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://arrahim.id/bf/tanya-jawab-agama-kasus-penjualan-anak-apakah-orang-tua-dianggap-durhaka/ arrahim.id]
|[https://www.mpr.go.id/berita/Bamsoet:-Islam-Dukung-Kesetaraan-dan-Keadilan-Gender mpr.go.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|MZ
| -
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|22 September 2020
|Rabu, 21 April 2021 18:10 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://arrahim.id/bf/tanya-jawab-agama-kasus-penjualan-anak-apakah-orang-tua-dianggap-durhaka/ Tanya Jawab Agama: Kasus Penjualan Anak, Apakah Orang Tua Dianggap Durhaka?]
|[https://www.mpr.go.id/berita/Bamsoet:-Islam-Dukung-Kesetaraan-dan-Keadilan-Gender Bamsoet: Islam Dukung Kesetaraan dan Keadilan Gender]
|}
|}
''Assalamu’alaikum wr.wb.'' Ibu Ustazah yang dirahmati Allah SWT. Saya sering mendengar ungkapan, “Anak Durhaka”; yaitu anak yang tidak taat kepada orang tuanya. Pertanyaan saya, kalau ada fenomena anak yang dikomersialisasikan (dipaksa bekerja) oleh orang tuanya sebagaimana banyak terjadi sekarang ini, apakah orang tua seperti itu bisa disebut “Orang tua Durhaka” karena telah menzalimi anaknya? Bagaimana pula hukumnya? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.  
JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Pendiri Majelis Ta'lim Baitus Sholihin (MT-BS) Bambang Soesatyo bersama Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadzah [[Badriyah Fayumi]], dalam acara Podcast Ngobras (Ngobrol Santai) spesial edisi Ramadhan dan Hari Kartini, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasukan lebih banyak materi sejarah perjuangan kaum perempuan dalam muatan pembelajaran peserta didik. Mengingat Indonesia memiliki banyak [[tokoh]] perempuan yang bisa dijadikan teladan. Sekaligus memberikan motivasi kepada generasi penerus bangsa, khususnya kaum perempuan, tentang arti dan makna sesungguhnya dari [[jihad]] memajukan bangsa dan negara.  
[[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]]
[[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]]

Revisi terkini sejak 24 September 2024 14.23

Info Artikel

Sumber : mpr.go.id
Penulis : -
Tanggal Publikasi : Rabu, 21 April 2021 18:10 WIB
Artikel Lengkap : Bamsoet: Islam Dukung Kesetaraan dan Keadilan Gender

JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Pendiri Majelis Ta'lim Baitus Sholihin (MT-BS) Bambang Soesatyo bersama Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadzah Badriyah Fayumi, dalam acara Podcast Ngobras (Ngobrol Santai) spesial edisi Ramadhan dan Hari Kartini, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasukan lebih banyak materi sejarah perjuangan kaum perempuan dalam muatan pembelajaran peserta didik. Mengingat Indonesia memiliki banyak tokoh perempuan yang bisa dijadikan teladan. Sekaligus memberikan motivasi kepada generasi penerus bangsa, khususnya kaum perempuan, tentang arti dan makna sesungguhnya dari jihad memajukan bangsa dan negara.