Lompat ke isi

KemenPPPA Tegaskan Peran Ulama Perempuan Ciptakan Peradaban Berkeadilan: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://www.kemenpppa.go.id/page/view/NDI0NQ== kemenpppa] |- |Tanggal Publikasi |: |17 Oct, 2024 |- |Penulis |: | - |- |Ar...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 7: Baris 7:
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|17 Oct, 2024
|25 November 2022
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 18: Baris 18:
|}Jepara (25/11) – “Meneguhkan Peran [[Ulama Perempuan]] untuk Peradaban yang Berkeadilan” menjadi tema dalam perhelatan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) ke-II di Jepara, Kamis (24/11). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), diwakilkan oleh Staf Ahli Menteri, Titi Eko Rahayu, dan Staf Khusus Menteri, Ulfah Mawardi, terlibat dan hadir dalam perhelatan tersebut untuk mendiskusikan serta merumuskan solusi terkait persoalan kemanusiaan, kebangsaan, keagamaan, dan lingkungan hidup. Titi mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas keterlibatan serius KUPI dalam upaya menanggulangi persoalan-persoalan tersebut, khususnya peran para Ulama Perempuan.
|}Jepara (25/11) – “Meneguhkan Peran [[Ulama Perempuan]] untuk Peradaban yang Berkeadilan” menjadi tema dalam perhelatan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) ke-II di Jepara, Kamis (24/11). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), diwakilkan oleh Staf Ahli Menteri, Titi Eko Rahayu, dan Staf Khusus Menteri, Ulfah Mawardi, terlibat dan hadir dalam perhelatan tersebut untuk mendiskusikan serta merumuskan solusi terkait persoalan kemanusiaan, kebangsaan, keagamaan, dan lingkungan hidup. Titi mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas keterlibatan serius KUPI dalam upaya menanggulangi persoalan-persoalan tersebut, khususnya peran para Ulama Perempuan.


“KUPI yang pada awalnya merupakan kegiatan sebuah kongres, dalam perjalanannya menjadi gerakan yang menghimpun individu dan [[lembaga]] yang meyakini bahwa nilai-nilai keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kesemestaan dengan pendekatan keadilan hakiki berdasarkan teks-teks keagamaan Islam yang ''rahmatan lil ‘alamin'' kini semakin berkembang dan memperlihatkan peranan strategisnya dalam membantu pembangunan bangsa Indonesia. KUPI dengan gerakannya telah berhasil menyatukan hidmah keulamaan perempuan dengan inisiatif-inisiatif [[komunitas]] dan lembaga yang bergerak pada pemberdayaan perempuan,” ujar Titi.
“KUPI yang pada awalnya merupakan kegiatan sebuah kongres, dalam perjalanannya menjadi gerakan yang menghimpun individu dan [[lembaga]] yang meyakini bahwa nilai-nilai keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kesemestaan dengan pendekatan [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]] berdasarkan teks-teks keagamaan Islam yang ''rahmatan lil ‘alamin'' kini semakin berkembang dan memperlihatkan peranan strategisnya dalam membantu pembangunan bangsa Indonesia. KUPI dengan gerakannya telah berhasil menyatukan hidmah keulamaan perempuan dengan inisiatif-inisiatif [[komunitas]] dan lembaga yang bergerak pada pemberdayaan perempuan,” ujar Titi.


Titi mengemukakan, keberadaan serta aktivitas Ulama Perempuan tersirat jelas di dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, nilai patriaki yang sedari dulu berada di dalam masyarakat, mengakibatkan keberadaan dan aktivitas tersebut tidak terdengar apalagi tersurat. Pada kenyataannya, para Ulama Perempuan telah berkiprah, berkontribusi dalam peradaban, pendidikan, pemberdayaan dengan melaksanakan kegiatan ibadah, pendidikan agama, pendidikan umum, dan menjadi pimpinan atau Nyai di pesantren-pesantren yang tersebar di penjuru nusantara, serta terlibat dalam menghasilkan karya-karya bagi kemaslahatan umat.
Titi mengemukakan, keberadaan serta aktivitas Ulama Perempuan tersirat jelas di dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, nilai patriaki yang sedari dulu berada di dalam masyarakat, mengakibatkan keberadaan dan aktivitas tersebut tidak terdengar apalagi tersurat. Pada kenyataannya, para Ulama Perempuan telah berkiprah, berkontribusi dalam peradaban, pendidikan, pemberdayaan dengan melaksanakan kegiatan ibadah, pendidikan agama, pendidikan umum, dan menjadi pimpinan atau Nyai di pesantren-pesantren yang tersebar di penjuru nusantara, serta terlibat dalam menghasilkan karya-karya bagi kemaslahatan umat.