Nur Rofiah: Perkawinan Itu Menyatukan Dua Jiwa: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 22: | Baris 22: | ||
“Perkawinan di dalam Islam tidak hanya (menyatukan) antara dua tubuh, tetapi dua jiwa,” Nur Rofiah dalam Bincang Keluarga Maslahah di kanal YouTube TVNU, dilihat NU Online, Rabu (13/4/2022). | “Perkawinan di dalam Islam tidak hanya (menyatukan) antara dua tubuh, tetapi dua jiwa,” Nur Rofiah dalam Bincang Keluarga Maslahah di kanal YouTube TVNU, dilihat NU Online, Rabu (13/4/2022). | ||
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | [[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | ||
Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 14.32
Info Artikel
| Sumber | : | nu.or.id |
| Penulis | : | Nuriel Shiami Indiraphasa |
| Tanggal Publikasi | : | Rabu, 13 April 2022 | 15:30 WIB |
| Artikel Lengkap | : | Nur Rofiah: Perkawinan Itu Menyatukan Dua Jiwa |
Jakarta, NU Online Wakil Ketua Lembaga Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Nur Rofiah menerangkan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan secara fisik, melainkan juga dua kepribadian.
Untuk itu, ia menyampaikan terdapat tiga landasan utama dalam menjaga relasi suami-istri dalam rumah tangga agar senantiasa harmonis. Ketiga hal tersebut meliputi sakinah, mawaddah, dan rahmah.
“Perkawinan di dalam Islam tidak hanya (menyatukan) antara dua tubuh, tetapi dua jiwa,” Nur Rofiah dalam Bincang Keluarga Maslahah di kanal YouTube TVNU, dilihat NU Online, Rabu (13/4/2022).