Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah, Jalan Memanusiakan Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 22: | Baris 22: | ||
Melalui buku ''Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah'' yang terbit Agustus 2021, Dr [[Faqihuddin Abdul Kodir]] mencoba mencerahkan pandangan terkait perempuan. Aktivis [[jaringan]] Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia itu membahas 25 hadis yang kerap ditafsirkan “merendahkan” perempuan. | Melalui buku ''Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah'' yang terbit Agustus 2021, Dr [[Faqihuddin Abdul Kodir]] mencoba mencerahkan pandangan terkait perempuan. Aktivis [[jaringan]] Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia itu membahas 25 hadis yang kerap ditafsirkan “merendahkan” perempuan. | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||
Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 15.23
Info Artikel
| Sumber | : | Kompas.id |
| Penulis | : | Abdullah Fikri Ashri |
| Tanggal Publikasi | : | 23 September 2021 07:14 WIB |
| Artikel Lengkap | : | “Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah”, Jalan Memanusiakan Perempuan |
Buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah mencoba menjadi jawaban kegalauan sebagian pihak saat mengekspresikan diri. Kehadirannya buku dengan perspektif mubādalah ini diharapkan jadi salah satu jalan memanusiakan perempuan.
Perempuan masih kerap dituding sebagai sumber fitnah jika mengekspresikan potensi dirinya, termasuk bekerja. Padahal, perempuan juga bisa jadi anugerah bagi kemaslahatan. Sumber fitnah pun bisa berasal dari laki-laki, harta, hingga kekuasaan.
Melalui buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah yang terbit Agustus 2021, Dr Faqihuddin Abdul Kodir mencoba mencerahkan pandangan terkait perempuan. Aktivis jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia itu membahas 25 hadis yang kerap ditafsirkan “merendahkan” perempuan.