Tuduhan ‘Perempuan Sumber Fitnah’ Mulai Terkikis: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
“Muslim di kota justru ada arah sebaliknya dan mempercayai kembali pandangan itu karena aktif dalam komunikasi publik. Artinya pendapat itu berpotensi menyebar. Cara terbaik untuk melawan itu dengan buku ini ([[mubadalah]] untuk melawan miskonsepsi tentang perempuan),” ujarnya di acara peluncuran dan bedah buku Perempuan Bukan Sumber Fitnah dilihat NU Online, Selasa (28/9). | “Muslim di kota justru ada arah sebaliknya dan mempercayai kembali pandangan itu karena aktif dalam komunikasi publik. Artinya pendapat itu berpotensi menyebar. Cara terbaik untuk melawan itu dengan buku ini ([[mubadalah]] untuk melawan miskonsepsi tentang perempuan),” ujarnya di acara peluncuran dan bedah buku Perempuan Bukan Sumber Fitnah dilihat NU Online, Selasa (28/9). | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||
Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 15.29
Info Artikel
| Sumber | : | nu.or.id |
| Penulis | : | Syifa Arrahmah |
| Tanggal Publikasi | : | Selasa, 28 September 2021 | 01:30 WIB |
| Artikel Lengkap | : | Tuduhan ‘Perempuan Sumber Fitnah’ Mulai Terkikis |
Jakarta, NU
Online Akademisi dan pengampu Ngaji Ihya’ Online, Ulil Abshar Abdalla mengatakan, pandangan yang menuduh perempuan sebagai sumber fitnah sudah mulai terkikis di kalangan muslim tradisional. Perlahan-lahan mulai muncul kesiapan dan keterbukaan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam ruang publik.
Hal itu, ia cermati di kalangan masyarakat pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak lagi mempersoalkan perbedaan itu dalam kegiatannya. Meskipun begitu, ada kecenderungan yang berbeda untuk masyarakat muslim kota yang mulai mempercayai kembali perempuan sumber fitnah.
“Muslim di kota justru ada arah sebaliknya dan mempercayai kembali pandangan itu karena aktif dalam komunikasi publik. Artinya pendapat itu berpotensi menyebar. Cara terbaik untuk melawan itu dengan buku ini (mubadalah untuk melawan miskonsepsi tentang perempuan),” ujarnya di acara peluncuran dan bedah buku Perempuan Bukan Sumber Fitnah dilihat NU Online, Selasa (28/9).