Lompat ke isi

2023 Optimalisasi Aksesibilitas Jalur Pejalan Kaki Bagi Penyandang Disabilitas (Studi Kasus Jalan Blora dan Jalan Kendal Dukuh Atas): Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 19: Baris 19:
|:
|:
|https://doi.org/10.54543/etnik.v2i10.233
|https://doi.org/10.54543/etnik.v2i10.233
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Indonesian Journal of Social Science|isbn=2988-3016|pub_date=2024-07-31|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 2 (2024): JULY- IJSS|author=|title_orig=Indonesian Journal of Social Science}}
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=ETNIK : Jurnal Ekonomi –Teknik|isbn=2808-7291|pub_date=2023-10-26|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 10 (2023)|author=|title_orig=ETNIK : Jurnal Ekonomi –Teknik}}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Aksesbilitas sangatlah penting bagi Setiap individu dalam kehidupan memiliki kebutuhan, karena manusia memiliki berbagai hal yang harus dipenuhi untuk dapat bertahan hidup. Demikian pula dengan para penyandang disabilitas juga memiliki pemenuhan kebutuhannya sendiri. Seperti hal nya aksesbilitas dalam pelayanan public di kota Jakarta  bagi disabilitas yang tentu harus di perhatikan mulai dari hak dan layanan yang baik bagi disabilitas. Artikel ini menggunakan metode naratif. Artikel ini bertujann bertujuan menggambarkan layanan dan isu masalah yang terjadi pada pelayanan aksesbilitas public di kota Jakarta bedasarkan Dekret Kementerian Pekerjaan Umum No. 468/KPTS tahun 1998 menegaskan bahwa aksesibilitas adalah fasilitas yang diberikan kepada orang-orang dengan disabilitas untuk  memastikan kesempatan  yang  sama  dalam  semua  aspek  kehidupan.  Aksesibilitas  sangat  penting,  terutama  bagi penyandang disabilitas Hasil studi literatur secara online di temukan 15 artikel hasil kajian menggambarkan 1. Hak layanan 2. Aksesbilitas Yang Baik 3.Transportasi yang mendukung Bedasarkan hal tersebut Maka Pemerintah di daerah setempat harus menyadari dan focus untuk meningkatkan Hak layanan bagi para penyandang disabilitas dan memberikan kenyamanan layanan yang baik bagi penyandang disabilitas. Sehinggak tidak adanya lagi ketidaksetaraan di tengah tengah masyarakat di Ibu Kota Jakarta
Layanan  umum  adalah  bentuk  pelayanan  yang  diberikan  oleh pengelola  layanan,  dalam hal  ini  adalah  pemerintah  Kota  DKI Jakarta.  Pemerintah  perlu  memastikan  bahwa  layanan  tersebut didistribusikan secara adil dan merata untuk memenuhi kebutuhan semua  anggota  masyarakat, tanpa  terkecuali.  Salah  satu  jenis layanan  umum  yang harus diberikan  kepada  masyarakat  adalah layanan  aksesibilitas.  Aksesibilitas  dapat  diperoleh  melalui  akses fisik,  seperti  jalur  pejalankaki  (trotoar)  untuk   penyandang disabilitas.Pada  tahun  2019,  terdapat  sebanyak  14.459  individu penyandang disabilitas di DKI Jakarta. Meskipun tingkat mobilitas di wilayah tersebut tinggi, namun penting untuk memastikan bahwa semua warga memiliki aksesibilitas yang memadai terhadap fasilitas publik.  Dengan  menyediakan  infrastruktur  fisik  yang   ramah terhadap  penyandang  disabilitas,  maka  kapabilitas  mereka  dapat ditingkatkan.   Penelitian    ini   bertujuan   untuk    mengevaluasi bagaimana  Perda  Nomor  10  Tahun  2011  memenuhi  aksesibilitas fasilitas publik bagi penyandang disabilitas di DKI Jakarta.Studi ini merupakan    penelitian    kasus    deskriptif    yang    menggunakan pendekatan  kualitatif. Teknik  survei  literatur  akademis  di bidang pelayanan  publik  digunakan  untuk menemukan konsep-konsep yang  relevan  dengan  aksesibilitas  jalan  umum  (jalur  pedestrian) bagi     penyandang     disabilitas.    Data    dikumpulkan    melalui penelusuran sumber dan literatur dari dokumen pemerintah, media massa  elektronik,  jurnal,  dan  buku  yang terkait  dengan  penelitian ini. Selain itu, teknik dokumentasi di lapangan seperti pengambilan foto dan pengamatan juga digunakan untuk memperkuat data.


'''Kata Kunci:''' ''Layanan,, Trannjakarta,''
'''Kata Kunci:''' ''ksesibilitas, Disabilitas, Fasilitas Publik, Pedestrian''  
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]

Revisi per 23 Juli 2025 11.48

Sumber : etnik.rifainstitute
Seri : Vol. 2 No. 10 (2023)
Tahun : 2023-10-26
Penulis : Adam Nugraha, Agus Budi Purnomo, Nurhikmah Budi H (Universitas Trisakti)
DOI : https://doi.org/10.54543/etnik.v2i10.233
2023 Optimalisasi Aksesibilitas Jalur Pejalan Kaki Bagi Penyandang Disabilitas
JudulETNIK : Jurnal Ekonomi –Teknik
SeriVol. 2 No. 10 (2023)
Tahun terbit
2023-10-26
ISBN2808-7291

Abstrak

Layanan umum adalah bentuk pelayanan yang diberikan oleh pengelola layanan, dalam hal ini adalah pemerintah Kota DKI Jakarta. Pemerintah perlu memastikan bahwa layanan tersebut didistribusikan secara adil dan merata untuk memenuhi kebutuhan semua anggota masyarakat, tanpa terkecuali. Salah satu jenis layanan umum yang harus diberikan kepada masyarakat adalah layanan aksesibilitas. Aksesibilitas dapat diperoleh melalui akses fisik, seperti jalur pejalankaki (trotoar) untuk penyandang disabilitas.Pada tahun 2019, terdapat sebanyak 14.459 individu penyandang disabilitas di DKI Jakarta. Meskipun tingkat mobilitas di wilayah tersebut tinggi, namun penting untuk memastikan bahwa semua warga memiliki aksesibilitas yang memadai terhadap fasilitas publik. Dengan menyediakan infrastruktur fisik yang ramah terhadap penyandang disabilitas, maka kapabilitas mereka dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana Perda Nomor 10 Tahun 2011 memenuhi aksesibilitas fasilitas publik bagi penyandang disabilitas di DKI Jakarta.Studi ini merupakan penelitian kasus deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik survei literatur akademis di bidang pelayanan publik digunakan untuk menemukan konsep-konsep yang relevan dengan aksesibilitas jalan umum (jalur pedestrian) bagi penyandang disabilitas. Data dikumpulkan melalui penelusuran sumber dan literatur dari dokumen pemerintah, media massa elektronik, jurnal, dan buku yang terkait dengan penelitian ini. Selain itu, teknik dokumentasi di lapangan seperti pengambilan foto dan pengamatan juga digunakan untuk memperkuat data.

Kata Kunci: ksesibilitas, Disabilitas, Fasilitas Publik, Pedestrian