2024 Upaya PSBG Belaian Kasih Dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Disabilitas Intelektual Melalui Pelatihan Activity Daily Living (ADL): Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{| |Sumber |: |[http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/10483 Innovative: Journal of Social Science Research] |- |Seri |: |Vol. 4 No. 3 (2024) |- |T...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[http:// | |[http://ejournal.warunayama.org/index.php/triwikrama/article/view/2653 Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
|Vol. | |Vol. 3 No. 5 (2024) | ||
|- | |- | ||
|Tahun | |Tahun | ||
|: | |: | ||
| | | - | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | | Putri Camelia Az Zahra Siregar, Muhammad Sahrul (Universitas Muhammadiyah Jakarta) | ||
|- | |- | ||
|DOI | |DOI | ||
|: | |: | ||
|https://doi.org/10. | |https://doi.org/10.6578/triwikrama.v3i5.2653 | ||
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title= | |}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial|isbn=2988-1986|pub_date=-|cover_artist=|pages=|series=Vol. 3 No. 5 (2024)|author=|title_orig=Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial}} | ||
'''Abstrak''' | '''Abstrak''' | ||
Kemandirian merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari, tak terkecuali dengan anak disabilitas intelektual. Anak disabilitas intelektual merupakan anak yang mempunyai IQ dibawah rata-rata anak pada umumnya. Perkembangan kemandiriannya harus dilatih terus menerus agar mereka mampu mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) di Panti Sosial Bina grahita Belaian Kasih, mengetahui hasil yang di terapkan dari pelatihan Activity Daily Living (ADL), serta penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) di Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) menggunakan beberapa metode yaitu metode demonstrasi, pemberian tugas, simulasi, dan karyawisata. Hasil diberikannya pelatihan Activity Daily Living (ADL) adalah terdapat kemandirian secara emosional, perilaku, dan nilai. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) adalah anak-anak yang memiliki kekurangan pada alat indera, anak-anak disabilitas intelektual yang tidak dapat mengerti saat diberikan materi, rasa mood anak yang tidak stabil. Sedangkan faktor pendukungnya adalah rasa ingin tau yang besar, adanya komunikasi yang baik dari instruktur dan anak-anak, kerjasama yang baik antara instruktur dan pendamping. | |||
'''Kata Kunci:''' '' | '''Kata Kunci:''' ''Kemandirian, Anak Disabilitas Intelektual, Activity Daily Living (ADL)'' | ||
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]] | [[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]] | ||
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]] | [[Kategori:Jurnal Kupibilitas]] | ||
Revisi per 23 Juli 2025 14.43
| Sumber | : | Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial |
| Seri | : | Vol. 3 No. 5 (2024) |
| Tahun | : | - |
| Penulis | : | Putri Camelia Az Zahra Siregar, Muhammad Sahrul (Universitas Muhammadiyah Jakarta) |
| DOI | : | https://doi.org/10.6578/triwikrama.v3i5.2653 |
Abstrak
Kemandirian merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari, tak terkecuali dengan anak disabilitas intelektual. Anak disabilitas intelektual merupakan anak yang mempunyai IQ dibawah rata-rata anak pada umumnya. Perkembangan kemandiriannya harus dilatih terus menerus agar mereka mampu mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) di Panti Sosial Bina grahita Belaian Kasih, mengetahui hasil yang di terapkan dari pelatihan Activity Daily Living (ADL), serta penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) di Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) menggunakan beberapa metode yaitu metode demonstrasi, pemberian tugas, simulasi, dan karyawisata. Hasil diberikannya pelatihan Activity Daily Living (ADL) adalah terdapat kemandirian secara emosional, perilaku, dan nilai. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pelatihan Activity Daily Living (ADL) adalah anak-anak yang memiliki kekurangan pada alat indera, anak-anak disabilitas intelektual yang tidak dapat mengerti saat diberikan materi, rasa mood anak yang tidak stabil. Sedangkan faktor pendukungnya adalah rasa ingin tau yang besar, adanya komunikasi yang baik dari instruktur dan anak-anak, kerjasama yang baik antara instruktur dan pendamping.
Kata Kunci: Kemandirian, Anak Disabilitas Intelektual, Activity Daily Living (ADL)